Home » » Waspada Api Saat Musim Kemarau

Waspada Api Saat Musim Kemarau

Musim Kemarau Panjang masih terus berlanjut di kota Parapat dan sekitarnya hingga akhir bulan Juli 2014 ini. Cuaca pada malam hari dan pagi hari terasa sangat dingin walaupun langit cerah, tetapi menjelang siang hingga sore hari terasa sangat panas dan gerah. Hari-hari seperti ini telah berlangsung kurang lebih 2 bulan yang menyebabkan kawasan hutan dan semak belukar menjadi kering dan rawan kebakaran. Selain warga setempat, para pengendaraa kendaraan bermotor maupun penumpang juga diharapkan tidak membuang puntung rokok ke arah perbukitan yang berada disisi jalinsum sebelum dan sesudah kota Parapat.



Baru-baru ini tepatnya pada hari Jumat 18 Juli 2014, kebakaran terjadi di Dolok Pangulu yang berada di jalan Sirikki dan di perbukitan Sibatu Loting (Panatapan). Kebakaran di Dolok Pangulu terjadi sejak pukul 12.00 WIB dimana menurut keterangan warga, sumber api diduga berasal dari puntung rokok pekerja PDAM yang membersihkan lokasi bak penampungan air yang berada di puncak Dolok Pangulu tersebut. Ketika para pekerja meninggalkan lokasi untuk makan siang, api lambat laun mulai menjalar membakar semak belukar. Api sempat berhasil dipadamkan oleh pekerja PDAM, namun sore harinya angin bertiup kencang dan menghidupkan kembali bara api yang masih tersisa.

Warga kemudian menghubungi pihak-pihak terkait agar api tidak sampai membesar dan menjalar ke perumahan penduduk. Dolok Pangulu memang terletak di tengah pemukiman penduduk meliputi lingkungan Kampung Kristen, lingkungan Siburak-burak dan lingkungan Tiga Raja. Petugas PDAM Kecamatan Girsang Sipangan Bolon kemudian berusaha mematikan api yang dibantu satu unit Pemadam Kebakaran dari Pematang Raya. Kebakaran di Dolok Pangulu berhasil diatasi sekitar pukul 22.00 WIB dan hanya menghanguskan semak belukan dan beberapa pohon di perbukitan tersebut.



Pada hari yang sama sekitar pukul 21.00 WIB, tiba-tiba titik api juga terlihat di perbukitan Sibatu Loting Panatapan. Menurut keterangan warga sekitar, kebakaran disebabkan seorang warga Sibaganding bernama Budi Rahman Sidabutar (31 thn). Tersangka membakar perbukitan Sibatu Loting tersebut karena disuruh oleh GS yang pada malam kejadian tersebut keduanya dalam keadaan mabuk. BRS diamankan oleh pihak polsek Parapat untuk diproses lebih lanjut, sedangkan rekannya GS masih dalam proses pencarian pihak kepolisian. Pemadam Kebakaran kecamatan Girsang Sipangan Bolon dan dibantu Pemadam Kebakaran dari Pematang Raya kembali harus kerja keras hingga esok harinya untuk memadamkan titik-titik api di perbukitan Sibatu Loting tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar