Home » » Desa Girsang Musim Panen Padi

Desa Girsang Musim Panen Padi

Desa Girsang adalah salah satu desa di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon yang terbagi menjadi 2 wilayah yaitu Girsang 1 dan Girsang 2. Mayoritas penduduk Desa Girsang ini berprofesi sebagai petani, baik itu bertani di perladangan maupun persawahan. Kali ini admin berkunjung sekaligus meliput salah satu tempat di Girsang 2 yang masih mempertahankan pertanian dengan bercocok tanam padi secara turun temurun yaitu Bonan Dolok (Sering juga disebut Kandang Lombu). Hamparan sawah yang indah masih dapat kita temui di daerah ini yang telah dipertahankan sejak dahulu kala.



Bonan Dolok menjadi salah satu lumbung padi dan penyokong ketahanan pangan bagi daerah sekitarnya. Jadwal masa tanam sudah diatur sedemikian rupa agar pada bulan Juni - Juli bisa memasuki musim panen. Bulan Juni - Juli dipilih sebagai musim panen karena bertepatan dengan musim kemarau yang cocok untuk melaksanakan kegiatan panen padi dan menjemurnya. Dari segi hasil produksi, keluhan yang paling sering dilontarkan para petani adalah banyaknya padi mereka yang dimakan tikus atau burung. Pada saat panen petani sering mengalami kesulitan mencari pekerja untuk membantu memanen padi, memukul padi, membersihkan padi, sampai mengangkat padi-padi ini ke rumah masing-masing.



Salah satu penyebab kurangnya tenaga pekerja saat panen adalah karena umumnya anak-anak muda di desa ini berjiwa merantau, sehingga setiap tamat dari SMA kebanyakan dari mereka berangkat merantau. Mungkin mereka jenuh dan merasa sakitnya menjadi petani sehingga memunculkan niat pergi merantau untuk mengubah nasib. Rata-rata mereka yang merantau dari desa ini mendapat kesuksesan dan menetap di tempat perantauan tersebut. Saat panen, mereka yang tinggal di kampung saling bantu-membantu dari sawah yang satu ke sawah yang lainnya (Sering disebut dengan istilah "Marsiadapari") karena susahnya cari pekerja. Para pekerja dari kota Parapat lebih memilih menangkap gaji di kebun kopi karena bisa lebih santai.



Kendala-kendala seperti ini sudah menjadi hal biasa bagi para petani di Bonan Dolok, dan mereka melakukan pekerjaan ini dengan senang hati. Rasa kebersamaan, canda tawa serta rasa ikhlas dan syukur menjadi obat bagi semua lelah yang mereka alami. Semoga pemerintah memberi perhatian untuk memberi bantuan pupuk maupun alat-alat pertanian kepada para petani demi lestarinya daerah-daerah yang menjadi penyokong ketahanan pangan. Dengan demikian harapan kedepan Indonesia kembali menjadi negara swasembada pangan terutama beras.

1 komentar:

  1. Mari rapatkan barisan untuk Kab, Simalungun lebih baik...
    http://bonapetruspurba.wordpress.com/

    BalasHapus