Home » » Lomba Kuliner Khas Batak

Lomba Kuliner Khas Batak

Panitia "Parheheon Remaja & Naposo HKBP Parapat" mengadakan berbagai kegiatan lomba untuk menyemarakkan Tahun Remaja - Naposo HKBP yang peringatannya ditentukan pada tahun 2014 ini. Salah satu lomba yang cukup unik dari "Parheheon Remaja & Naposo HKBP" Parapat adalah Lomba Kuliner Khas Batak. Lomba diperuntukkan bagi remaja putri dan Pemudi HKBP Parapat yang terdiri dari sekitar 33 lingkungan. Jenis kuliner khas Batak yang diperlombakan hanya tiga jenis saja dan bersifat nasional, yaitu Ikan Mas Arsik, Ayam Padar, dan Ikan Jahir Tombur.



Lomba ini dilangsungkan pada tanggal 9 Juni 2014 bertempat di Sopo Godang HKBP Parapat yang dimulai pukul 15.00 WIB sampai dengan selesai. Seluruh peralatan memasak dan bahan-bahan masakan dipersiapkan oleh peserta lomba. Peserta tidak diperkenankan membawa bumbu giling dari rumah karena syarat lomba menyatakan bahwa peserta lomba harus menggiling bumbu di tempat lomba. Namun peminat lomba ini kurang menggairahkan dimana peserta lomba hanya terdiri dari 6 Tim (6 Lingkungan), yaitu:
  • Tim No. 1: Lingkungan Kampung Kristen
  • Tim No. 2: Lingkungan Sosor Saba
  • Tim No. 3: Lingkungan Pangasean
  • Tim No. 4: Jl. Anggarajim
  • Tim No. 5: Jl. Sisingamangaraja
  • Tim No. 6: Lingkungan Sidabariba

Peserta Lomba Kuliner Khas Batak

Adapun jenis kuliner yang dimasak oleh tiap lingkungan adalah: Kampung Kristen memasak ikan mas arsik, Sosor Saba memasak ikan jahir tombur, Pangasean memasak ikan jahir tombur juga, Jl. Anggarajim memasak ikan mas arsik, Jl. Sisingamangaraja memasak ikan jahir tombur, dan Lingkungan Sidabariba memasak ayam panggang padar. Dewan juri yang bertugas untuk menilai masakan setiap tim adalah: Hendri Pasaribu (Koki/Chef Inna Parapat, Ny. S. br Simangunsong (Pengusaha rumah makan khas Batak di Tiga Raja), dan Ny. D. br Hutajulu (Pengusaha rumah makan khas Batak "Rindu Hutajulu" di Parapat kota).

Dewan Juri Lomba Kuliner Khas Batak

Unsur penilaian lomba terdiri dari beberapa klasifikasi, yaitu bahan masakan, cara memasak, kebersihan, cara penyajian dan cita rasa. Dari semua unsur penilaian tersebut, cita rasa menjadi unsur paling tinggi bobot nilainya yang mencapai 40% dari keseluruhan penilaian. Peserta lomba unjuk kebolehan layaknya master chef untuk memasak jenis masakan pilihannya yang harus diselesaikan dalam batas waktu 120 menit. Seluruh peserta berhasil menyelesaikan masakannya sebelum waktu habis.

Hasil masakan khas Batak peserta lomba

Dewan juri pun mulai mencicipi satu per satu masakan khas Batak yang telah disajikan oleh tiap peserta. Setelah mengakumulasikan seluruh nilai dari penilaian tiap dewan juri, panitia mengumumkan peringkat dari tiap tim sebagai berikut:
  • Juara 1: Peserta nomor 3 (Lingkungan Pangasean)
  • Juara 2: Peserta nomor 5 (Lingkungan Jl. Sisingamangaraja)
  • Juara 3: Peserta nomor 4 (Lingkungan Anggarajim)
  • Harapan 1: Peserta nomor 2 (Lingkungan Sosor Saba)
  • Harapan 2: Peserta nomor 1 (Lingkungan Kampung Kristen)
  • Harapan 3: Peserta nomor 6 (Lingkungan Sidabariba)
Peserta yang menempati posisi juara harapan mengatakan merasa senang walaupun tidak berhasil meraih juara 1 - 3. Menurut mereka pengalaman yang mereka dapat menjadi hal yang terpenting. Lomba Kuliner Khas Batak ini berakhir sekitar pukul 17.30 WIB dan pembagian hadiah akan dilakukan pada saat acara puncak "Parheheon Remaja & Naposo HKBP Parapat" yang dirayakan sekitar bulan Agustus. Seluruh peserta layak menerima ucapan selamat karena mereka telah berani unjuk kebolehan dalam hal memasak masakan khas Batak.

0 komentar:

Posting Komentar