Home » » Kebakaran Di Sipangan Bolon

Kebakaran Di Sipangan Bolon

Musibah kebakaran terjadi pada hari Selasa dini hari (25 Maret 2014) di Paropo Sipangan Bolon yang menghanguskan 3 rumah sekaligus. Rumah yang terbakar masing-masing adalah milik E. Sinaga (Berprofesi sebagai anggota Koramil Lumban Julu), St. R. Sinaga, SPd  (Berprofesi sebagai guru PNS di SMP N 1 Girsang Sipangan Bolon), dan Op. Martha Sinaga yang merupakan orang tua dari R. Sinaga. Posisi ketiga rumah rapat berdampingan yang menyebabkan api menghanguskan ketiganya.



Sumber api berasal dari belakang rumah E. Sinaga namun belum diketahui apa penyebab pastinya. Selasa subuh boru Purba (Istri R. Sinaga) terbangun dan mencium bau asap di dalam rumah mereka. Boru Purba lalu memeriksa bagian dalam rumah dan mencoba melihat kesamping kanan kiri rumah melalui kaca nako depan, tetapi tidak melihat adanya api. Namun alangkah terkejutnya ketika melihat kebagian belakang rumah, ternyata bagian belakang rumah E. Sinaga telah terbakar. R. Sinaga langsung terbangun ketika mendengar teriakan istrinya dan langsung membangunkan istri dan anak-anak keluarga E. Sinaga.



Mereka dan para tetangga lalu menyirami bagian belakang rumah E. Sinaga untuk berusaha memadamkan api. Kobaran api sempat mengecil, namun tiba-tiba tabung gas yang berada di dapur rumah E. Sinaga tiba-tiba meledak dan menyebabkan kobaran api yang lebih dahsyat. Api begitu cepat merambat kerumah R. Sinaga dan rumah orang tua R. Sinaga. Pada waktu api membesar para tetangga masih sempat menyelamatkan beberapa kursi dan sepeda motor dari rumah R. Sinaga. Dalam keadaan panik R. Sinaga masih sempat menyelamatkan beberapa surat-surat penting. Menurut R. Sinaga hanya itulah yang sempat diselamatkan, sedangkan selebihnya hangus terbakar termasuk uang hasil panen jahe dan juga padi yang disusun dalam rumah.



Bapak R. Sinaga mengatakan kalau aparat desa dan beberapa tetangga sempat menghubungi pihak pemadam kebakaran Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, namun pihak yang dihubungi mengatakan "Supir tidak ada". Ketika mereka mencoba menghubungi ke kantor Polsek Parapat, namun sayang tidak ada yang mengangkat walau sudah dihubungi berulang kali. Hal ini sangat mereka sesalkan dan membuat mereka pasrah melihat rumah mereka habis dilalap si jago merah. Keluarga Sinaga sangat berterimakasih kepada para tetangga (dongan sahuta) yang sangat banyak membantu mereka pada saat kebakaran terjadi maupun pasca kebakaran.Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

0 komentar:

Posting Komentar