Home » » Clean Up Danau Toba

Clean Up Danau Toba

Sebuah kegiatan positif dilakukan oleh GMK Girsang Sipangan Bolon dalam rangka pembubaran panitia "Pawai Lilin" dan "Pohon Natal Terapung".  GMK mengajak warga Parapat sekitarnya untuk melakukan bersih-bersih Danau Toba Parapat agar bersih dari berbagai sampah organik maupun anorganik. Kegiatan bersih-bersih ini diberi nama "Clean Up Danau Toba" dan merupakan rangkaian akhir dari "Pawai Lilin" dan "Pohon Natal Terapung". Kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan Sabtu Pagi (11 Januari 2014) sebelum diadakan acara laporan pertanggung jawaban dan pembubaran panitia pada malam harinya.



Namun sangat disayangkan kegiatan ini kurang mendapat respon dari masyarakat dimana personel yang hadir tidak sampai 15 orang. Tidak dapat dipastikan alasan sepinya respon masyarakat tersebut apakah kegiatan ini kurang sosialisasi atau karena bertepatan dengan hari Sabtu yang merupakan aktifitas Pekan (Pokkan) terbesar di kota Parapat atau memang antusias warga yang kurang tertarik mengikuti kegiatan ini. Info tentang kegiatan ini memang disebar-luaskan melalui media social facebook dan dari mulut ke mulut. Namun walaupun jumlah relawan hanya berkisar puluhan orang, mereka tetap semangat dan itu sudah sangat berarti demi kelestarian Danau Toba.



Tim kecil bersih-bersih Danau Toba ini mulai bergerak dari Pantai Bebas Parapat dengan membawa peralatan jaring seadanya. Awalnya tim bersih-bersih ini menggunakan drum terapung berukuran kurang lebih 5 x 5 meter yang sebelumnya digunakan sebagai pondasi Pohon Natal Terapung. Cuaca cerah memberi semangat untuk mendayung "rakit raksasa" ini sembari menjaring sampah-sampah organik dan anorganik yang mengapung di Danau Toba menunggu kapal motor datang. Drum Terapung ini bergerak menyusuri tepi Pantai Bebas sampai ke pantai Hotel Siantar. Setelah kapal motor datang, tim pun bergerak menyusuri Pantai Hotel Bahari - Pantai Hotel Atsari - Pantai Tarabunga - Pantai Tamora - Pantai Kasih - Pantai Istana Presiden - Perairan Siburak-burak dan perairan Tiga Raja.




Tidak disangka-sangka ternyata sampah yang berada di Danau Toba sangat banyak. Sampah ini berasal dari tumbuhan yang berada di Danau Toba (eceng gondok dan lumut), sampah yang dibuang warga, sampah yang dibuang tamu, serpihan kayu, dan sampah yang dibawa arus sungai. Kesadaran masyarakat lokal maupun tamu sangat dibutuhkan untuk meminimalisir sampah yang berada di Danau Toba. Masyarakat yang bermukim di jalur aliran sungai juga hendaknya tidak membuang sampah ke jalur sungai, karena sampah-sampah ini akan terbawa arus menuju Danau Toba saat hujan dan saat sungai meluap. Pemerintah juga harus aktif memberi penyuluhan maupun menyediakan fasilitas untuk mengurangi masalah sampah ini. Kini Danau Toba butuh pertolongan dari kita semua, mari peduli walau sekecil apapun itu.




Sekitar pukul 15.00 WIB kapal motor yang digunakan mengangkut sampah dari Danau Toba ini kembali berlabuh ke Pantai Bebas Parapat untuk mengisi ulang bahan bakar minyak dan mengeluarkan sampah dari kapal. Sampah ini dikumpulkan di satu titik sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir. Tim relawan masih melanjutkan bersih-bersih tahap kedua pada pukul 15.30 WIB ke arah perairan Danau Toba Sualan dan perairan Batu Gantung. Setelah kegiatan ini selesai, sampah-sampah yang sudah terkumpul dibuang ke tempat pembuangan akhir menggunakan mobil pick-up. Malam harinya diadakan laporan pertanggung jawaban, pembubaran panitia, dan makan bersama. Kita semua berharap semoga kegiatan ini rutin dilakukan dan dapat menularkan semangat kepada orang lain untuk menjaga kelestarian Danau Toba.

0 komentar:

Posting Komentar