Home » » Cuaca Kota Parapat Semakin Tak Menentu

Cuaca Kota Parapat Semakin Tak Menentu

Kota Parapat yang dulu bukanlah yang sekarang jika dinilai dari segi cuacanya. Dahulu kala kota Parapat terkenal dengan iklimnya yang sejuk, akan tetapi sekarang semua berubah. Dulu musim kemarau dan musim hujan dapat diperhitungkan bulannya. Tapi kini semua serba tak menentu yang diakibatkan oleh pemanasan global. Cuaca yang tidak menentu ini membuat petani kebingungan untuk menentukan jenis tanaman yang akan ditanam. Selain itu hal ini juga menyebabkan anak-anak gampang terserang penyakit.



Pada bulan september seharusnya sudah memasuki musim penghujan, namun belakangan ini sudah tak menentu. Memasuki minggu kedua September kemarin hujan sempat turun di kota Parapat selama satu minggu dengan intensitas yang tinggi. Namun setelah itu kemarau panjang malah melanda kota Parapat hingga awal bulan Oktober ini. Pada siang hari suhu kota Parapat juga meningkat hingga mencapai diatas 30 derajat celcius, tetapi setelah malam sampai pagi harinya cuaca menjadi sangat dingin menusuk tulang.

Cuaca panas berkepanjangan ini menyebabkan semak dan tumbuhan menjadi kering dan mudah terbakar. Para petani yang mempunyai lahan di lereng bukit harus berhati-hati saat membakar sampah agar tidak sampai merambat membakar hutan. Begitu juga para warga maupun mereka yang melintasi kota Parapat menggunakan kendaraan agar tidak sembarangan membuang puntung rokok sembarangan. Puntung rokok yang dibuang sembarang di lereng bukit juga dapat menyebabkan kebakaran hutan yang justru akan menyebabkan petaka.



Cuaca yang tak menentu ini jelas merupakan efek dari pemanasan global dimana penyebabnya lebih banyak ditimbulkan oleh negara-negara maju. Walaupun seperti itu kita jangan sampai berdiam diri, mari kita lestarikan lingkungan kita untuk meminimalisir efek pemanasan global ini. Penebangan pohon secara ilegal sebaiknya dihentikan dan mari giatkan gerakan penghijauan. Stamina juga harus kita persiapkan menghadapi cuaca ekstrim ini agar tidak mudah terserang penyakit. Konsumsilah makanan bergizi dan bervitamin serta perbanyak mengkonsumsi air putih.

0 komentar:

Posting Komentar