Home » » Pengibaran Bendera Merah Putih Minim

Pengibaran Bendera Merah Putih Minim

Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 tinggal 3 hari, segala persiapan yang berkaitan dengan itu telah dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satu pemandangan yang umum kita lihat saat-saat menjelang peringatan hari kemerdekaan RI, yaitu berkibarnya bendera merah putih dan aksesories-aksesories berthemakan merah putih di setiap sudut negeri. Rasa nasionalisme serasa berkobar dalam hati selama bulan Agustus.

Akan tetapi lama kelamaan rasa nasionalisme itu seolah semakin terkikis. Pemandangan bendera merah putih yang berkibar dan pemasangan umbul-umbul serta aksesories lainnya semakin sedikit terlihat. Pemandangan seperti itu juga terlihat di kota Parapat ini menjelang perayaan peringatan hari kemerdekaan RI ke-68 yang akan diperingati 3 hari lagi. Pengibaran bendera merah putih, dan pemasangan spanduk dan pernak-pernik lainnya masih sangat minim, umumnya masih hanya terlihat di sekolah-sekolah.



Padahal beberapa tahun atau beberapa puluh tahun yang lalu, setiap warga sudah bersemangat untuk menaikkan bendera merah putih dan memasang spanduk serta pernak-perniknya seminggu sebelum perayaan. Dari pihak pemerintah juga biasanya ada himbauan menggunakan toa mengelilingi kota Parapat sekitarnya. Akan tetapi saat ini semua seakan lesu dan tidak punya semangat untuk menyemarakkan hari kemerdekaan RI. Apakah rasa nasionalisme yang kita miliki sudah sangat tipis?

Mari kita ingat masa lalu kita pada saat menjelang hari perayaan kemerdekaan negara kita. Dahulu begitu bersemangatnya diri kita ketika seminggu sebelum 17 Agustus sudah ada pengumuman untuk menaikkan bendera merah putih baik melalui pengumuman keliling atau himbauan dari iklan di televisi. Dulu anak-anak sampai kebawa mimpi karena membayangkan besok pagi harus cepat bangun untuk menaikkan bendera merah putih di depan rumah. Para pemilik kendaraan juga begitu bersemangat memasang bendera merah putih di kendaraannya sejak awal bulan Agustus yang memberi kesan keren bagi pengemudinya.

Gelorakan kembali semangat kemerdekaan itu, jangan pernah biarkan padam hingga akhir hayat kita. Terlebih lagi kota kita Parapat tercinta ini merupakan salah satu bukti sejarah dimana presiden Sokarno pernah diasingkan ke tempat ini. Kita harus bangga  karena kota Parapat menjadi salah satu saksi sejarah dalam perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia. Rasa bangga itu harus kita jadikan sebagai motivasi untuk memupuk rasa nasionalisme.

0 komentar:

Posting Komentar