Home » » Assasin Snail Penghuni Danau Toba

Assasin Snail Penghuni Danau Toba

Danau Toba merupakan danau yang terbentuk dari hasil letusan super volcano puluhan ribu tahun silam. Danau Toba kini menjelma menjadi objek wisata di Sumatera Utara yang masuk dalam kategori salah satu danau terluas di dunia. Kawasan Danau Toba yang meliputi tujuh kabupaten/kota menyimpan keanekaragaman hayati yang dapat menjadi sumber daya bagi masyarakat yang tinggal disekitarnya.



Perairan Danau Toba dihuni oleh berbagai spesies mulai dari jenis ikan, kepah, udang, keong, dll. Untuk kali ini admin ingin membahas tentang salah satu jenis keong yang menjadi penghuni Danau Toba. Keong yang satu ini cukup unik yaitu keong pembunuh keong (Assasin Snail). Keong ini juga sering disebut dengan "Clea Helena" atau "Anentome Helena".

Keong pembunuh ini sebenarnya sudah lama menjadi penghuni Danau Toba, namun admin baru mengetahui info mengenai spesies ini beberapa bulan yang lalu dari seorang teman admin yang tinggal di Medan. Keong ini bersifat kanibal yaitu membunuh dan memakan jenis keong lainnya yang terdapat dalam air. Assasin Snail tidak berbahaya bagi ikan, udang, maupun manusia. Assasin Snail berukuran kecil dan memiliki cangkang yang keras dan bergelombang. Jika keong ini mengeluarkan anggota badannya, di bagian depan akan terlihat menyerupai antena atau tanduk.



Beberapa jenis keong ada yang bersifat hermaprodit (berkelamin ganda) sehingga dapat berkembang biak sendiri. Assasin Snail sering dijadikan sebagai pengendali keong hama yang berkembang sangat cepat dalam kolam atau aquarium (aquascape). Selain memakan keong, Assasin Snail juga memakan bangkai ikan, udang maupun sisa-sisa pakan ikan. Dengan demikian banyak yang menambahkan Assasin Snail ini didalam aquariumnya.

Teman admin bernama Emil yang berdomisili di Medan pernah berniat membuat eksperimen Assasin Snail untuk membasmi keong mas, namun admin belum kesampaian mengirimkan Assasin Snailnya hingga artikel ini dituliskan :) Belum ada kepastian apakah Assasin Snail ini bisa dijadikan alat untuk membasmi keong mas yang perkembangannya sangat pesat. Namun Emil menduga bahwa keberadaan Assasin Snail yang menghuni peraraian Danau Toba salah satu penyebab keong mas tidak berkembang biak di Danau Toba.



Ada hal yang lebih fantastis dari Assasin Snail ini, yaitu masalah harganya. Dari hasil pencarian admin di internet, Assasin Snail diperjual-belikan di kisaran harga Rp. 5.000,- s/d Rp. 10.000 per satu keong. Diluar negeri malah dijual diatas Rp. 10.000,- seperti yang terlihat ketika admin cek di situs lelang online terbesar eBay. Namun harga yang tertera di situs eBay tersebut sudah termasuk ongkos kirim dan media tempat pengirimannya. Jadi bagi anda yang merasa ini adalah ladang bisnis, anda dapat mencoba membudidayakan keong pembunuh ini :)

3 komentar:

  1. wah. udah lama ni gk ke danau toba bg hahaha

    BalasHapus
  2. Assasin snail sendiri trmasuk hewan hermaprodit gak?

    BalasHapus
  3. Kini jenis keong ini semakin langka di Danau Toba

    BalasHapus