Home » , , » Kemilau Budaya Sumatera Utara 2012

Kemilau Budaya Sumatera Utara 2012

Dibulan November ini, ada dua event besar diselenggarakan di kota Parapat. Event yang pertama diadakan tanggal 10 November kemarin (memperingati hari Pahlawan), DIRJEN INFOKOM - KEMKOMINFO RI bekerjasama dengan pihak berwenang mengadakan acara Gondang Naposo bertempat di Open Stage Parapat. Lima hari kemudian Dinas Kebudayaan & Pariwisata Sumatera Utara kembali mengadakan event yang berjudul "KEMILAU BUDAYA SUMATERA UTARA 2012". Event ini terkesan tiba-tiba karena masyarakat banyak yang tidak mengetahuinya. Media promosinya juga kurang maksimal sehingga jadwal acara kurang diketahui pengunjung.

Dalam spanduk promosi yang terbentang, event ini bertempat di Pantai Bebas Parapat. Tetapi pada akhirnya tempat penyelenggaraan diselenggarakan di Open Stage Parapat. Kemilau Budaya Sumatera Utara 2012 ini merupakan kegiatan perdana dan direncanakan akan dibuat menjadi acara tahunan. Event ini berlangsung mulai tanggal 15 s/d 17 November 2012 yang menyelenggarakan berbagai acara seperti pawai budaya, pagelaran budaya, pameran, perlombaan, dan hiburan. Pada hari pertama langsung diadakan acara pembukaan disertai pertunjukan dari Marching Band SMA N 1 Girsang Sipangan Bolon, parade budaya, kuda lumping, dan lain sebagainya. Pertunjukan tortor dan lomba menyanyi solo juga langsung memeriahkan suasana hari pertama. Pada hari kedua juga diadakan berbagai lomba dan hiburan yang diikuti oleh berbagai peserta yang didominasi oleh warga lokal.

Peserta Lomba Pakaian Adat

Pemenang Lomba Pakaian Adat

Hari ketiga merupakan hari penutupan dari rangkaian acara Kemilau Budaya Sumatera Utara 2012. Pada hari terakhir ini diadakan lomba pakaian adat sebagai lomba terakhir. Setelah lomba pakaian adat ini selesai, acara dilanjutkan dengan pengumuman seluruh pemenang lomba serta penyerahan hadiah. Nama-Nama Pemenang beserta kategorinya adalah sebagai berikut:

  1. Lomba Vocal Solo Lagu Daerah
    - Juara 1: Ekta Lestari Siadari
    - Juara 2: Paskah Maria Sinaga
    - Juara 3: Ernita Gultom
  2. Lomba Festival Band Lagu Daerah
    - Juara 1: Altavista Band
    - Juara 2: The Cannon Band
    - Juara 3: Antariksa Band
  3. Lomba Pakaian Adat
    - Juara 1: Devi Siregar
    - Juara 2: Cou Sinaga
    - Juara 3: Dewi Ginting

Acara ditutup oleh camat Girsang Sipangan Bolon - Drs. Ojahan Nainggolan atas permintaan panitia. Dalam kata sambutannya, Drs. Ojahan Nainggolan berharap agar kedepannya ada kerjasama yang baik dari pihak event organizer terhadap pemerintah setempat sehingga nantinya acara dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Pak Camat juga meminta agar panitia memberdayakan sumber daya yang terdapat di kecamatan Girsang Sipangan Bolon untuk ikut berperan aktif dalam setiap kegiatan. "Masyarakat tidak mau hanya menjadi penonton di kampung sendiri", kata Ojahan.

Seluruh Pemenang Lomba Setelah Menerima Hadiah

Acara puncak merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh pengunjung, yaitu acara hiburan. Band pembuka The Witness yang merupakan band lokal langsung menghentak panggung membawakan lagu Bendera milik Coklat dan Beraksi milik Kotak. Setelah performa The Witness selesai, penonton langsung disuguhkan dengan penampilan Tongam Sirait and Friends yang merupakan putra daerah asli Parapat (bertempat tinggal di Tigaraja) yang karya-karyanya telah mendunia.

Penampilan Tongam Sirait & Friends (Click gambar untuk memperbesar)


  

       

 


Tongam and Friends langsung menyemarakkan suasana dengan lagu pembuka yang berjudul "Beta Hita". Kemudian disusul dengan lagu-lagu hitsnya dan lagu batak lainnya seperti "Rasa Cinta" - "Marmasak Sandiri" - "Boasa" - "Sugari" - "Mengkel Na Ma Ahu" - "Di Dia Ho" - "Donna" - "O Doli" - "Taringot Ahu" - "Tapasada Ma Rohanta" - "Nommensen" - dan diakhiri dengan lagu "Mauliate". Penampilan Tongam sangat menghibur dan atraktif karena Tongam sekali-kali turun dari panggung menyapa penonton sambil menyanyikan lagu-lagu hitsnya dihadapan penonton. Setelah penampilan Tongam and Friends usai, acara ditutup oleh penampilan band lokal "The Fresh". Band lokal sepertinya sengaja diberdayakan oleh panitia untuk memaksimalkan potensi dan memberi kesempatan kepada band-band lokal untuk unjuk gigi dan berkarya lebih baik lagi. Skill dan kemampuan penyanyi/band lokal parapat memang tidak perlu diragukan lagi, hanya masalah promosi dan kesempatan saja yang kurang.

Foto-foto lainnya di acara Kemilau Budaya Sumatera Utara 2012 (foto by Tegar Junior Silalahi)


 



Acara selesai sekitar pukul 23.00 WIB dan cukup memberikan hiburan yang berarti bagi masyarakat Parapat. Kota Parapat memang sangat minim acara-acara hiburan sejenis sehingga masyarakat sangat terhibur dengan acara ini. Kedepannya semoga acara-acara seperti ini semakin sering dilakukan di kota Parapat untuk mendongkrak pariwisata dan perekonomian daerah ini. Akhir kata terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara atas terselenggaranya acara ini.

18 komentar:

  1. wah ini srtikel yang bermanffat. tentang budaya nasional. keep posting ya kawan

    BalasHapus
  2. lanjutkan terus menulis tentang budaya kita, agar tidak diklaim bangsa lain. buktikan bahwa kita peduli. mantaaaab

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok sob.. kebudayaan kita jangan sampai terkikis

      Hapus
  3. bener, yg bisa menjaga dan melestarikan budaya indonesia ya rakyat indonesianya sendiri.
    Terimakasih atas acara dan postingan kali ini. Semoga menjadi acara rutin dan selalu menghibur. :)

    #mampi2 ya kawan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju..
      terimakasih sudah mampir :)

      Hapus
  4. Kebudayaan Indonesia harus di lestarikan, jangan sampai terlupakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju... kebudayaan Indonesia adalah jati diri bangsa yang sangat berharga

      Hapus
  5. met malam sobat budayakan budaya lokal,,,,maksih sudah berbagi slmknl

    BalasHapus
  6. sangat berbudaya ni blog thanks

    BalasHapus
  7. Semakin bangga dengan Indonesia.

    BalasHapus