Penyematan Kacu Gudep 039-040 Perdagangan

Pramuka SMA N 1 Bandar Perdagangan dengan nomor Gudep 039-040 mengadakan penyematan kacu penegak bagi anggota barunya. Acara dirangkai dengan berbagai kegiatan kepramukaan sejak tanggal 17 s/d 20 September 2014 di kota Parapat. Rombongan Pramuka Gudep 039-040 Perdagangan ini dibimbing oleh Bpk Moeklis dan Bpk Udin Sidabutar yang juga menjadi tenaga pengajar di SMA N 1 Bandar.



Selain mengadakan kegiatan kepramukaan bagi anggotanya, para kakak pelatih penegak gudep 039-040 Perdagangan juga melakukan latihan bersama dengan pramuka penggalang SMP N 1 Girsang Sipangan Bolon dengan nomor gudep 075-076. Para pelatih penegak dari Perdagangan ini berbagi pengetahuan keterampilan tentang kepramukaan kepada adik-adik penggalang di kota Parapat. 




Acara penyematan kacu dilangsungkan di hari terakhir (Sabtu 20 September 2014) kepada 26 penegak anggota baru. Dengan disematkannya kacu tersebut, maka 26 anggota baru tersebut sah menjadi anggota penegak gudep 039-040 Perdagangan dan setara dengan para penegak lainnya di dunia ini. Para penegak gudep 039-040 Perdagangan ini ditekankan agar tetap menjungjung tinggi dan mengamalkan Tri Satya dan Dharma Pramuka.

Sepak Bola Natua

GMK Parapat mengadakan sebuah turnamen sepak bola yang difokuskan bagi mereka yang sudah berstatus orang tua. Turnamen ini diberi nama "Sepak Bola Natua" memperebutkan Piala Kapolsek Parapat yang berlangsung mulai tanggal 14 September 2014 s/d 5 Oktober 2014. Panitia mengatakan "Sepak bola NATUA, Piala Kapolsek Parapat, adalah upaya untuk membuat sebuah kompetisi sepakbola yang murah dari segi pembiayaan, tetapi meriah dari segi pelaksanaan. Sehingga niat-niat untuk melaksanakan beberapa kompetisi lainnya oleh siapapun tidak selalu di hantui kata “aha bahenon tu si”. Dengan demikian, akan banyak kompetisi bisa dilaksanakan, dan tentunya sarana pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan tetap dapat terkasana.



Para pemain dari tiap club yang mengikuti turnamen ini memiliki persyaratan status "Sudah Menikah". Kemudian untuk memberi kesan serius, tiap tim diperbolehkan memainkan 3 orang pemuda. Turnamen ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua yang berada di kawasan Parapat sekitarnya yang ingin menjajal kemampuannya dalam mengolah "sikulit bundar". Hal ini terbukti dengan mendaftarnya 13 team yang berasal dari Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dan juga dari kecamatan lain. Ketiga belas team tersebut adalah: MARSADA (Tomok - Tuktuk), ABG TUA (Girsang), PARSAORAN (Ajibata), TERMINAL SOBA, TIGARAJA LEGEND, MARKAS FOREVER, PAMBOL AJIBATA, OPS MARIHAT, SIDABARIBA, PARDOMUAN, MERDEKA UNITED, COMMANDO (BALATA), dan VOTER FC. Berikut pembagian group dan jadwal pertandingan "Sepak Bola Natua":

Pembagian Group dan Jadwal Sepak Bola Natua (Click utk memperbesar)

Seluruh pemain diajak untuk menjunjung sportifitas atau fair play karena turnamen ini juga bertujuan untuk mempererat rasa persaudaraan dan bernostalgia akan masa-masa masih muda saat bermain bola. Upacara pembukaan dihadiri oleh seluruh team dan dibuka secara resmi oleh Kapolsek Parapat. Selamat bertanding buat seluruh kesebelasan yang telah mendaftar dalam Sepak Bola Natua dan semoga turnamen ini memberi inspirasi bagi tokoh atau lembaga dan organisasi untuk membuat turnamen sepak bola rutin untuk meningkatkan persepak bolaan Parapat sekitarnya.

"Ledakan" Terjadi Saat Kotak Beraksi di Parapat

Malam penutupan Pesta Danau Toba 2014 menjadi malam yang menghebohkan selama event ini digelar sejak tanggal 18 September 2014. Bagaimana tidak Band Kotak didaulat menjadi bintang tamu untuk beraksi menghibur penonton yang berkumpul di Open Stage Parapat (Pagoda). Kehebohan terjadi saat malam tiba dimana "ledakan" hebat terjadi di lapangan Open Stage Parapat. eitsss, tapi tunggu dulu.... ledakan yang dimaksud disini bukanlah ledakan bom, melainkan ledakan pengunjung yang didominasi oleh "Kerabat Kotak" :)



Sore hari menjelang penutupan (Sabtu 20 September 2014), suasana lapangan Open Stage Parapat tempat berlangsungnya acara PDT masih terlihat sunyi. Ledakan pengunjung terjadi pada malam harinya dimana kerabat kotak dari kawasan Parapat sekitarnya maupun dari luar kota berkumpul memadati Open Stage untuk menyaksikan penampilan Tantri Cs. Pesta Danau Toba 2014 ditutup secara resmi oleh Bupati Simalungun JR Saragih. Saat Bupati menyampaikan kata sambutan, sempat terjadi sebuah insiden dimana seorang penonton mengolok-oloknya. Satpol PP pun langsung bereaksi cepat mengamankan pemuda tersebut.



Setelah PDT 2014 ditutup secara resmi, Kotak pun beraksi memanaskan susana malam Open Stage Parapat. Namun kehadiran Kotak pada malam penutupan PDT 2014 tersebut tidak lengkap dimana Chua (Bassis) tidak dapat hadir dan digantikan oleh additional player. Namun walaupun tanpa Chua, penampilan Tantri Cs tetap garang. Tantri Syalindri (Vocalist Kotak) mengungkapkan kekagumannya atas keindahan Danau Toba dan dia mengajak semua orang terutama yang tinggal di kawasan Danau Toba agar menjaga dan melestarikan aset Indonesia yang luar biasa tersebut. Kekaguman Tantri akan keindahan Danau Toba tidak hanya diungkapkannya saat berada diatas panggung, tetapi juga melalui akun twitternya (@TantriKotak) dengan membuat hashtag #WeLoveDanauToba.

Salah satu tweet Tantri Kotak

Kerabat Kotak yang memadati Open Stage pada malam penutupan tersebut langsung berjingkrak dan bernyanyi bersama menikmati alunan musik Kotak. Tantri, Cella, dkk beraksi kurang lebih 60 menit membawakan lagu-lagu dari album mereka seperti "Beraksi", "Terbang", "Pelan-Pelan Saja", dll. Namun disayangkan kebersamaan Kotak pada malam tersebut terasa begitu singkat karena konser sudah berakhir sekitar pukul 22.40 WIB. Banyak pengunjung mengira penutupan bakalan sampai pukul 24.00 WIB sehingga banyak yang datang ke lokasi setelah acara selesai.



Bahkan ada dua kapal yang sengaja datang dari Tomok - Pulau Samosir padahal acara sudah selesai. Panitia Pesta Danau Toba 2014 memang terlihat kurang aktif memberitakan jadwal kegiatan, bahkan mereka kurang maksimal memanfaatkan media social untuk meng-update rangkaian kegiatan. Namun walaupun begitu Kerabat Kotak yang telah menyaksikan penampilan idolanya sudah merasa terpuaskan. Mereka merasa puas dapat menyaksikan secara langsung penampilan Tantri, Cella, dkk. 

Naff Band Menghibur Warga Parapat

Memasuki hari kedua Pesta Danau Toba 2014 (Jumat, 19 September 2014), suasana kota Parapat kembali normal dan tidak begitu ramai. Sejak pagi hingga sore kegiatan lomba berlangsung di beberapa titik dan hanya diramaikan oleh kontingen-kontingen lomba dari beberapa kecamatan di Kabupaten Simalungun. Tetapi setelah memasuki acara hiburan rakyat yang dilangsungkan pada malam hari, lapangan open stage kembali dipadati penonton yang didominasi oleh warga Parapat dan sekitarnya. Warga Parapat berbondong-bondong untuk menyaksikan penampilan artis utama yaitu Naff Band.



Seperti malam sebelumnya, artis-artis lokal hadir sebagai pembuka di panggung hiburan sebelum penampilan artis utama. Penonton sudah ramai sejak pukul 08.00 WIB dan sabar mengikuti rangkaian acara hingga hadirnya Naff. Walaupun Ady vocalist band Naff yang lama telah digantikan Arda vocalist yang baru, tetapi fans dari band ini tetap banyak. Arda pada penampilan di Open Stage Parapat lumayan atraktif dimana dia menyapa para penonton hingga ke pagar pembatas. Arda juga sering mengajak penonton untuk bernyanyi bersama. Penampilan Naff tidak kalah dengan penampilan Marsada Band yang tampil pada malam sebelumnya.




Lagu-lagu yang dibawakan diambil dari berbagai album, termasuk dari lagu-lagu yang pernah dinyanyikan oleh Ady saat masih bergabung di Band Naff. Para penonton bernyanyi dan berjingkrak bersama sehingga membuat suasana malam yang dingin berubah menjadi panas. Kurang lebih satu jam Naff memuaskan para penggemarnya dengan berdendang bersama. Penonton pada hari kedua PDT 2014 ini dodominasi oleh anak-anak muda yang rindu ingin melihat penampilan Naff secara langsung. Penampilan Naff berakhir pukul 23.00 WIB dan memberikan kepuasan tersendiri bagi fansnya yang berada di kawasan Danau Toba Parapat.

Marsada Band Menghentak Parapat

Setelah Pesta Danau Toba (PDT) 2014 dibuka secara resmi pada sore hari (Kamis, 18 September 2014), malam harinya acara dilanjutkan dengan hiburan rakyat. Pada malam perdana PDT 2014 sudah diinfokan bahwa Marsada Band menjadi bintang tamu utama untuk menghibur tamu dan warga yang berkumpul di lapangan Open Stage Parapat. Acara hiburan sudah dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dengan menghadirkan penyanyi maupun band lokal. Setelah itu ada juga penampilan Shinee Band yang menjadi runner-up Indonesia Got Talent yang ditayangkan SCTV beberapa bulan sebelumnya.



Seusai penampilan Shinee Band, satu persatu personel dari Marsada Band hadir di pentas dan penonton pun mengelu-elukan mereka sambil merapatkan barisan. Terlihat berbagai generasi memadati lapangan Open Stage Parapat karena memang lagu-lagu Marsada Band berterima dikalangan anak-anak, muda/i, maupun orang tua. Marsada Band membawakan dua lagu Simalungun sebagai pembuka penampilan mereka. Setelah itu Marsada langsung konsisten membawakan lagu-lagu dari album mereka hingga akhir penampilan mereka.

Penampilan Shinee Band

Penampilan Marsada Band di Parapat

Marsada membawakan lagu-lagu dari album lama dan album baru mereka secara selang-seling. Beberapa lagu yang dibawakan antara lain "Tarhirim", "Boasa Ma", "Maria", "Unang Pola Sukkun Bulan", "Baringin Sabatola", dll. Satu lagu Barat yang telah melegenda yang berjudul "To Love Somebody" juga dibawakan Marsada sehingga menambah meriahnya malam perdana PDT. Ketika Marsada membawakan lagu yang up-beat, para penonton terlihat berjingkrak bersama. Koor massal pun sering kali terdengar dari para penonton karena lagu-lagu yang dibawakan oleh Marsada sudah melekat dalam ingatan mereka.



Marsada Band menghangatkan malam kota Parapat sejak pukul 21.30 WIB s/d 23.30 WIB, dimana malam hiburan seharusnya selesai pukul 23.00 WIB. Marsada Band memberikan ekstra 30 menit untuk memuaskan fans mereka yang berada di kota Parapat sekitarnya. Konser berjalan dengan baik tanpa ada yang rusuh serta memberikan kepuasan bagi para penonton yang didominasi oleh warga lokal (warga Parapat, Ajibata, Girsang, Sipangan Bolon, dan sekitarnya).

Pembukaan Pesta Danau Toba 2014

Sehari setelah pembukaan Festival Danau Toba 2014 di Balige, Pemkab Simalungun pun menggelar Pesta Danau Toba 2014 yang digelar di kota Parapat. Pesta Danau Toba yang digelar dari tanggal 18 s/d 20 September 2014 ini dibuka secara resmi oleh Bupati Simalungun JR Saragih. Para PNS lingkungan Kabupaten Simalungun dengan pakaian batik "Habonaron do Bona" tampak mendominasi tempat duduk penonton di Open Stage (Pagoda) Parapat sehingga ada komentar dari beberapa masyarakat bahwa pesta tersebut pesta PNS.



Bupati dalam sambutannya mengklarifikasi tudingan bahwa Pesta Danau Toba 2014 merupakan tandingan dari Festival Danau Toba 2014 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Balige Tobasa. Bupati mengatakan Pesta Danau Toba 2014 ini digelar untuk menjaga marwah dan melestarikan apa yang telah digagasi dan dilaksanakan oleh para pendahulu dimana warga Parapat telah menggagasi Pesta Danau Toba sejak pertama kali pada tahun 1986. Selain itu Pesta Danau Toba 2014 juga diklaim sebagai pendukung kegiatan Festival Danau Toba 2014 untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke daerah kawasan Danau Toba.



Pada acara pembukaan ini disuguhkan penampilan dari artis Simalungun dan juga Tortor Somba Simalungun. Adapun rangkaian kegiatan Pesta Danau Toba 2014 ini antara lain lomba seni dan olahraga serta hiburan rakyat yang menghadirkan artis lokal dan juga nasional seperti Marsada Band, Naff, dan Kotak. Berbagai kegiatan lomba dilaksanakan pagi hingga sore hari sedangkan hiburan rakyat disajikan pada malam harinya. Marsada Band tampil menghibur pada malam hari setelah acara pembukaan digelar.

FDT 2014 Dibuka Secara Resmi

Setelah tahun lalu Festival Danau Toba (FDT) digelar di Kabupaten Samosir, maka untuk tahun ini digelar di Kabupaten Tobasa. Event ini dipusatkan di Balige dimana pembukaannya dilakukan di TB Silalahi Center pada hari Rabu (17 September 2014). Festival Danau Toba 2014 dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar yang ditandai dengan pemukulan gong. Dalam acara pembukaan FDT 2014 dihadiri oleh Letjend TNI (Purn) TB Silalahi, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Bupati Tobasa, Pejabat Pemkab Tobasa, perwakilan kepala-kepala daerah, Tokoh Masyarakat, Anggota Dewan, Pelajar, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.



Acara pembukaan ini dimeriahkan dengan berbagai atraksi budaya dan pameran ekonomi kreatif di lapangan Sisingamangaraja Balige. Sebuah Kain Tenun Sadum terpanjang juga mewarnai FDT 2014 ini yang panjangnya mencapai 500 meter dan berhasil mencatatkan rekor MURI sebagai ulos terpanjang di dunia. Tortor "Sipitu Cawan" massal juga tetap dipertahankan untuk dipertunjukkan dalam acara pembukaan FDT 2014 ini. Tarian ini dipertunjukkan oleh 300-an penari dari berbagai sekolah yang tersebar di Kabupaten Tobasa. Festival Danau Toba (FDT) 2014 berlangsung mulai tanggal 17 s/d 21 September 2014 dan akan diisi dengan berbagai kegiatan lomba olahraga, seni budaya, dan hiburan rakyat.



Beberapa kegiatan yang akan digelar dalam perhelatan FDT 2014 ini antara lain: Mangalahat Horbo, Mardugu Horbo, Solu Bolon, Renang 10 K, Renang Rakyat, World Drum Festival, Seminar Pariwisata, Pagelaran Tortor, Karnaval Sigalegale, Pagelaran Lintas Budaya Etnis di Sumut, Lomba Vocal Solo, Lomba Paduan Suara, dan Lomba Fashion Show. Ada satu kekurangan dari event ini dimana tidak tersedianya media informasi kegiatan melalui internet. Website dan akun media social Festival Danau Toba yang digunakan tahun 2013 tidak diwariskan di FDT 2014 ini sehingga menyulitkan orang lain utk mendapatkan informasi. Harapan kita bersama semoga event ini tidak hanya seremonial belaka, tetapi akan memberi dampak positif bagi pariwisata kawasan Danau Toba.

Konser Austrian Tobatak Orchestra di Tuktuk

Austrian ToBatak Orchestra yang dimotori oleh Herman Delago Manik berkunjung dan mengadakan konser di Indonesia. Group orchestra dari Austria ini mengadakan konser di kota Medan dan di Tuktuk Siadong Pulau Samosir. Konser di kota Medan diadakan indoor di Tiara Hotel sedangkan di Tuktuk diadakan outdoor di Open Stage dan dapat disaksikan secara gratis. Kehadiran Austrian ToBatak Orchestra ini tidak terlepas dari usaha kerja keras dari Henry Manik kelahiran Garoga dan sudah menetap di Eropa. Untuk menambah semaraknya konser, beberapa musisi dan penyanyi Batak ternama akan dilibatkan untuk berkolaborasi dengan Austrian ToBatak Orchestra. Musisi dan penyanyi Batak yang dilibatkan antara lain Vicky Sianipar, Tongam Sirait, Retta Sitorus, Marsada Band, Jajabi Band, dll.



Konser di Tuktuk diadakan pada tanggal 23 Agustus 2014 di Open Stage Tuktuk. Dua hari sebelum konser, rombongan sudah bertolak dari Medan setelah beberapa hari sebelumnya sukses mengadakan konser di Tiara Hotel. Herman Delago dkk sempat singgah di Taman Wisata Kera yang letaknya sudah dekat dengan kota Parapat. Setelah itu rombongan langsung bertolak ke pulau Samosir untuk mempersiapkan konser. Sebelum konser Herman Delago dkk juga sempat konvoi keliling Tuktuk sambil memainkan beberapa lagu.




Pada hari "H' konser Austrian ToBatak Orchestra cuaca kurang bersahabat dimana hujan turun terus menerus hingga malam tiba. Namun walaupun demikian tidak menyurutkan niat Austrian ToBatak Orchestra dan masyarakat maupun wisatawan untuk menyaksikan konser ini. Kurang lebih lima ribu massa memadati Open Stage Tuktuk Siadong untuk menyaksikan kepiawaian Austrian ToBatak Orchestra untuk membawakan lagu-lagu Batak maupun lagu Barat. Konser berjalan dengan sukses dan mendapat applause luar biasa dari penonton. Konser Austrian ToBatak Orchestra ini diharapkan mampu membangkitkan kembali pariwisata Danau Toba dan memberi inspirasi bagi masyarakat Batak untuk melestarikan Budayanya.