Festival Seni Nasyid ke-25 Kab Simalungun

Kabupaten Simalungun kembali menggelar Festival Tahunan yang bersifat Islami, yaitu Festival Seni Nasyid. Jika festival tahun lalu digelar di Gunung Malela, maka untuk tahun ini digelar di lapangan Open Stage Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Festival Seni Nasyid Kabupaten Simalungun tahun ini merupakan festival yang ke-25 yang digelar mulai tanggal 9 s/d 12 Oktober 2014.



Festival Seni Nasyid ke-25 Kabupaten Simalungun ini dibuka secara resmi oleh Bupati Simalungun JR Saragih. Jumlah peserta yang mendaftar dalam festival ini sebanyak 48 group yang berasal dari kecamatan-kecamatan dalam kawasan Kabupaten Simalungun. Peserta yang berjumlah 48 group ini terdiri dari 19 group kaum Ibu, 21 group Remaja Putri, dan 8 group Remaja Putra. Kecamatan Girsang Sipangan Bolon sebagai tuan rumah turut serta mengirimkan perwakilannya dalam festival ini.



Masing-masing group nantinya akan membawakan 2 lagu dalam penampilannya, yaitu satu lagu wajib yang berjudul “Amal Hayati” ciptaan Umi Kasum dan satu lagu lagi dipilih dari 4 lagu pilihan yang sudah ditentukan panitia. Penampilan para peserta nantinya akan dinilai oleh dewan hakim (juri) yang telah berpengalaman dalam Seni Nasyid. Para pemenang nantinya akan diumumkan oleh dewan hakim pada saat penutupan berlangsung.

Pambol Ajibata Menjuarai Sepak Bola Natua

Setelah bergulir kurang lebih satu bulan, akhirnya Sepak Bola Natua mencapai puncaknya. Sepak Bola Natua memasuki babak final pada hari Minggu 5 Oktober 2014 yang dimulai sejak pukul 15:00 WIB s/d selesai. Tim yang berhasil lolos ke babak final adalah PAMBOL AJIBATA dan OPS MARIHAT, sementara untuk perebutan posisi ketiga mempertemukan ABG TUA GIRSANG dengan VOTER FC.

Pambol Ajibata

Perebutan Juara 3 (ABG TUA Girsang vs VOTER FC)
Sebelum partai utama (final) pertandingan diawali antara ABG TUA Girsang melawan Voter FC untuk memperebutkan posisi ketiga. Dalam pertandingan perebutan juara ketiga ini kedua team menurunkan pemain terbaiknya. Pada babak pertama Voter FC unggul dengan score tipis 1 – 0 dan kedudukan ini bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua tempo permainan mulai melambat, hal ini dikarenakan kondisi fisik dari kedua team sudah mulai menurun. 

Pada babak kedua tersebut ABG TUA Girsang tampil dominan dan berhasil menciptakan beberapa peluang yang berpotensi terciptanya gol. Terhitung ada 6 peluang dari ABG TUA untuk menyarangkan bola ke gawang Voter FC, namun penyelesaian akhir yang kurang baik membuat peluang tersebut tersia-siakan. Hingga peluat akhir dibunyikan kedudukan tetap 1 – 0 untuk kemenangan Voter FC. Dengan demikian Voter FC menjadi juara 3 dan ABG TUA Girsang harus puas menjadi juara harapan satu.

OPS Marihat

Partai Final (PAMBOL AJIBATA vs OPS MARIHAT)
Setelah perebutan juara ketiga usai, pertandingan dilanjutkan dengan partai puncak yang mempertemukan PAMBOL AJIBATA vs OPS MARIHAT untuk memperebutkan Piala Kapolsek Parapat. Kedua team ini juga menurunkan para pemain intinya dan bertekad tampil all-out. Seiring dengan dimulainya partai final Sepak Bola Natua, lapangan sepak bola Girsang 2 semakin dipadati penonton.  Kapolsek Parapat AKP Hendra Eko Triyulianto, SH, Sik beserta beberapa anggotanya turut serta menyaksikan jalannya pertandingan final sepak bola natua ini.



Begitu peluit babak pertama dibunyikan, kedua team langsung menerapkan pola permainan menyerang. Dua team ini terlihat berimbang dimana bola lebih banyak bergulir di lapangan tengah. Dari beberapa peluang yang diperoleh kedua team, tidak satupun membuahkan gol sehingga kedudukan 0 – 0 tetap bertahan hingga babak pertama berakhir. Sewaktu masa istirahat berlangsung, panitia mengadakan pengundian kupon lucky draw untuk dua orang penonton yang akan mendapatkan masing-masing bola kulit dan baju jersey.

Memasuki babak kedua tempo permainan tetap sama seperti babak pertama. Kedua team menerapkan taktik serangan masing-masing agar sikulit bundar berhasil dijaringkan ke gawang lawan. Pada menit ke-70 kebuntuan pun terpecahkan melalui serangan satu dua dari penyerang OPS Marihat yang membuahkan gol. Sorakan para supporter pun menggema menyambut gol tersebut. Tertinggal 1 – 0 Pambol Ajibata mencoba meningkatkan daya serangnya dengan mengganti beberapa pemain. Serangan demi serangan yang dibangun Pambol Ajibata akhirnya membuahkan hasil. Berselang 10 menit setelah gawangnya kebobolan, Pambol Ajibata berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1.



Kedudukan imbang 1 – 1 akhirnya bertahan hingga akhir babak kedua dan sesuai kesepakatan Official dan Kapten kedua team dengan panitia, akhirnya diputuskan untuk langsung mengadakan adu pinalti. Keputusan ini diambil mengingat hari sudah mulai gelap yang akan menyulitkan kedua pemain dan juga wasit pertandingan dalam menjalankan perpanjangan waktu. Saat masing-masing team berembuk untuk menentukan algojonya, panitia pun mengundi lucky draw terakhir berupa handphone, baju jersey, dan dispenser.

Penyerahan Trophy Pemain Terbaik, Pemain Tertua, dan Tim Favorit

Wasit pertandingan memilih gawang sebelah Timur sebagai tempat drama adu pinalti partai final sepak bola natua antara Pambol Ajibata dengan OPS Marihat. Dalam drama adu pinalti ini penendang pertama dan keempat OPS Marihat gagal menjalankan tugasnya, sedangkan para pemain Pambol berhasil mengeksekusi pinaltinya. Adu pinalti berakhir dengan score 4-2 untuk kemenangan Pambol Ajibata. Dengan demikian Pambol Ajibata keluar sebagai juara Sepak Bola Natua dan mengusung Piala Kapolsek Parapat. Acara diakhiri dengan pembagian trophy kepada para pemenang sbb:
  • Juara 1: Pambol Ajibata
  • Juara 2: OPS Marihat
  • Juara 3: VOTER FC
  • Juara 4: ABG TUA Girsang
  • Pemain Terbaik: Sinaga (Pemain Voter FC)
  • Pemain Tertua: Nainggolan (Pemain ABG TUA Girsang)
  • Tim Favorit: COMMANDO BALATA

Alex Rudiart dan Novita Dewi Martumpol

Tinggal selangkah lagi Alex Rudiart Hutajulu dan Novita Dewi Marpaung akan menjadi sepasang suami istri. Pada hari Selasa, 30 Oktober 2014 Alex Rudiart dan Novita Dewi melakukan partumpolan di Gereja HKBP Parapat yang terletak di Jl. Bukit Barisan No. 17 Parapat. Martumpol adalah salah satu acara perjanjian di Gereja HKBP dan beberapa Gereja lainnya  yang dilangsungkan 14 hari atau 7 hari sebelum acara pemberkatan nikah.



Acara partumpolan Alex dan Novita dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan dipimpin oleh Pendeta Resort HKBP Parapat Pdt. Anggiat S.P. Hutauruk, SmTh. Alex Rudiart terlihat menggunakan stelan warna putih-putih dengan balutan batik dibagian pinggang. Sedangkan Novita Dewi mengenakan atasan putih dan bawahan batik kecokelatan. Orang tua, saudara, sahabat dan sanak family dari kedua calon mempelai terlihat hadir mengikuti prosesi partumpolan.



Acara partumpolan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dan dilanjutkan dengan acara salam-salaman dan foto bersama. Seusai acara partumpolan dari Gereja, acara dilanjut dengan resepsi makan bersama di gedung Conference Hall. Dari keterangan beberapa sanak family Alex Rudiart, acara pemberkatan pernikahan Alex Rudiart Hutajulu dan Novita Dewi Marpaung akan dilangsungkan pada tanggal 10 Oktober 2014 di Gereja Kana, Nazareth, Yerusalem. Kemudian resepsi akan digelar dua kali, yang pertama digelar pada tanggal 14 November 2014 di kota Parapat dengan acara adat Batak Toba dan yang kedua kali digelar pada tanggal 20 November 2014 di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading Jakarta Utara.

September Ceria Bersih-Bersih Danau Toba

Pada bulan September ceria, Generasi Muda Kristen (GMK) kembali mengadakan kegiatan bersih-bersih Danau Toba. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 September 2014 mulai pukul 16.00 WIB s/d 18.00 WIB. Titik kumpul para relawan bersih-bersih masih tetap di Pantai Bebas Parapat. Relawan bersih-bersih Danau Toba pada bulan September Ceria ini didominasi oleh GMK Parapat yang terdiri dari Remaja dan Pemuda/i.




Kegiatan bersih-bersih meliputi kawasan perairan Danau Toba dan kawasan darat diseputaran Pintu gerbang kota Parapat sampai simpang Hotel Atsari.  Relawan yang bertugas membersihkan perairan Danau Toba berangkat menggunakan dua kapal motor yang dimulai dari kawasan Pantai Bebas Parapat dan seterusnya menyusuri perairan pantai disekitarnya. Sampah organik dan anorganik yang sudah terkumpul dari Danau Toba dan juga dari bersih-bersih tepi jalan raya kemudian diangkut untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Toba Go Green Kodam I/BB di Parapat

Program “Toba Go Green” adalah salah satu program dari jajaran Kodam I/BB untuk menghijaukan kembali kawasan Danau Toba. Program “Toba Go Green” ini telah berlangsung lama dan masih bertahan sampai sekarang. Pada hari Selasa, 23 September 2014 diadakan acara penanaman pohon secara serentak dalam rangka Toba Go Green Kodam I/BB yang dipusatkan di landasan helipad yang dulunya dikenal dengan lapangan golf Parapat.



Kegiatan ini dihadiri oleh Komandan Danrem 022/Pantai Timur, Jajaran Kodam I/BB, Polres Simalungun, Kadis Kehutanan Sumut, Bupati Simalungun dan jajarannya,  Dirut PTPN III, Dirut PTPN IV, Dirut PT Inalum, Dirut PT Toba Pulp Lestari (TPL), Rektor Universitas Sumatera Utara, Rektor UNIMED, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, mahasiswa dan pelajar. Pada acara ini Pangdam Jaya berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Komandan Danrem 022/Pantai Timur.




Acara dirangkai dengan berbagai kegiatan yaitu: Laporan Kegiatan, kata sambutan dari Bupati Simalungun, Kadis Kehutanan Sumut, kata sambutan dari Pangdam Jaya (diwakili), penyerahan bibit pohon secara simbolis, penanaman bibit pohon secara serentak oleh seluruh komponen yang hadir pada acara tersebut dan diakhir dengan acara hiburan dan makan siang bersama. Bibit pohon yang ditanam adalah bibit pohon yang kelak akan memberi manfaat kepada masyarakat, seperti durian, kemiri, mangga, dll. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pemerintah mengatasi pemanasan global dan menjaga integritas ekosistem kawasan Danau Toba yang telah dinobatkan menjadi Geopark.

Penyematan Kacu Gudep 039-040 Perdagangan

Pramuka SMA N 1 Bandar Perdagangan dengan nomor Gudep 039-040 mengadakan penyematan kacu penegak bagi anggota barunya. Acara dirangkai dengan berbagai kegiatan kepramukaan sejak tanggal 17 s/d 20 September 2014 di kota Parapat. Rombongan Pramuka Gudep 039-040 Perdagangan ini dibimbing oleh Bpk Moeklis dan Bpk Udin Sidabutar yang juga menjadi tenaga pengajar di SMA N 1 Bandar.



Selain mengadakan kegiatan kepramukaan bagi anggotanya, para kakak pelatih penegak gudep 039-040 Perdagangan juga melakukan latihan bersama dengan pramuka penggalang SMP N 1 Girsang Sipangan Bolon dengan nomor gudep 075-076. Para pelatih penegak dari Perdagangan ini berbagi pengetahuan keterampilan tentang kepramukaan kepada adik-adik penggalang di kota Parapat. 




Acara penyematan kacu dilangsungkan di hari terakhir (Sabtu 20 September 2014) kepada 26 penegak anggota baru. Dengan disematkannya kacu tersebut, maka 26 anggota baru tersebut sah menjadi anggota penegak gudep 039-040 Perdagangan dan setara dengan para penegak lainnya di dunia ini. Para penegak gudep 039-040 Perdagangan ini ditekankan agar tetap menjungjung tinggi dan mengamalkan Tri Satya dan Dharma Pramuka.

Sepak Bola Natua

GMK Parapat mengadakan sebuah turnamen sepak bola yang difokuskan bagi mereka yang sudah berstatus orang tua. Turnamen ini diberi nama "Sepak Bola Natua" memperebutkan Piala Kapolsek Parapat yang berlangsung mulai tanggal 14 September 2014 s/d 5 Oktober 2014. Panitia mengatakan "Sepak bola NATUA, Piala Kapolsek Parapat, adalah upaya untuk membuat sebuah kompetisi sepakbola yang murah dari segi pembiayaan, tetapi meriah dari segi pelaksanaan. Sehingga niat-niat untuk melaksanakan beberapa kompetisi lainnya oleh siapapun tidak selalu di hantui kata “aha bahenon tu si”. Dengan demikian, akan banyak kompetisi bisa dilaksanakan, dan tentunya sarana pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan tetap dapat terkasana.



Para pemain dari tiap club yang mengikuti turnamen ini memiliki persyaratan status "Sudah Menikah". Kemudian untuk memberi kesan serius, tiap tim diperbolehkan memainkan 3 orang pemuda. Turnamen ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua yang berada di kawasan Parapat sekitarnya yang ingin menjajal kemampuannya dalam mengolah "sikulit bundar". Hal ini terbukti dengan mendaftarnya 13 team yang berasal dari Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dan juga dari kecamatan lain. Ketiga belas team tersebut adalah: MARSADA (Tomok - Tuktuk), ABG TUA (Girsang), PARSAORAN (Ajibata), TERMINAL SOBA, TIGARAJA LEGEND, MARKAS FOREVER, PAMBOL AJIBATA, OPS MARIHAT, SIDABARIBA, PARDOMUAN, MERDEKA UNITED, COMMANDO (BALATA), dan VOTER FC. Berikut pembagian group dan jadwal pertandingan "Sepak Bola Natua":

Pembagian Group dan Jadwal Sepak Bola Natua (Click utk memperbesar)

Seluruh pemain diajak untuk menjunjung sportifitas atau fair play karena turnamen ini juga bertujuan untuk mempererat rasa persaudaraan dan bernostalgia akan masa-masa masih muda saat bermain bola. Upacara pembukaan dihadiri oleh seluruh team dan dibuka secara resmi oleh Kapolsek Parapat. Selamat bertanding buat seluruh kesebelasan yang telah mendaftar dalam Sepak Bola Natua dan semoga turnamen ini memberi inspirasi bagi tokoh atau lembaga dan organisasi untuk membuat turnamen sepak bola rutin untuk meningkatkan persepak bolaan Parapat sekitarnya.

"Ledakan" Terjadi Saat Kotak Beraksi di Parapat

Malam penutupan Pesta Danau Toba 2014 menjadi malam yang menghebohkan selama event ini digelar sejak tanggal 18 September 2014. Bagaimana tidak Band Kotak didaulat menjadi bintang tamu untuk beraksi menghibur penonton yang berkumpul di Open Stage Parapat (Pagoda). Kehebohan terjadi saat malam tiba dimana "ledakan" hebat terjadi di lapangan Open Stage Parapat. eitsss, tapi tunggu dulu.... ledakan yang dimaksud disini bukanlah ledakan bom, melainkan ledakan pengunjung yang didominasi oleh "Kerabat Kotak" :)



Sore hari menjelang penutupan (Sabtu 20 September 2014), suasana lapangan Open Stage Parapat tempat berlangsungnya acara PDT masih terlihat sunyi. Ledakan pengunjung terjadi pada malam harinya dimana kerabat kotak dari kawasan Parapat sekitarnya maupun dari luar kota berkumpul memadati Open Stage untuk menyaksikan penampilan Tantri Cs. Pesta Danau Toba 2014 ditutup secara resmi oleh Bupati Simalungun JR Saragih. Saat Bupati menyampaikan kata sambutan, sempat terjadi sebuah insiden dimana seorang penonton mengolok-oloknya. Satpol PP pun langsung bereaksi cepat mengamankan pemuda tersebut.



Setelah PDT 2014 ditutup secara resmi, Kotak pun beraksi memanaskan susana malam Open Stage Parapat. Namun kehadiran Kotak pada malam penutupan PDT 2014 tersebut tidak lengkap dimana Chua (Bassis) tidak dapat hadir dan digantikan oleh additional player. Namun walaupun tanpa Chua, penampilan Tantri Cs tetap garang. Tantri Syalindri (Vocalist Kotak) mengungkapkan kekagumannya atas keindahan Danau Toba dan dia mengajak semua orang terutama yang tinggal di kawasan Danau Toba agar menjaga dan melestarikan aset Indonesia yang luar biasa tersebut. Kekaguman Tantri akan keindahan Danau Toba tidak hanya diungkapkannya saat berada diatas panggung, tetapi juga melalui akun twitternya (@TantriKotak) dengan membuat hashtag #WeLoveDanauToba.

Salah satu tweet Tantri Kotak

Kerabat Kotak yang memadati Open Stage pada malam penutupan tersebut langsung berjingkrak dan bernyanyi bersama menikmati alunan musik Kotak. Tantri, Cella, dkk beraksi kurang lebih 60 menit membawakan lagu-lagu dari album mereka seperti "Beraksi", "Terbang", "Pelan-Pelan Saja", dll. Namun disayangkan kebersamaan Kotak pada malam tersebut terasa begitu singkat karena konser sudah berakhir sekitar pukul 22.40 WIB. Banyak pengunjung mengira penutupan bakalan sampai pukul 24.00 WIB sehingga banyak yang datang ke lokasi setelah acara selesai.



Bahkan ada dua kapal yang sengaja datang dari Tomok - Pulau Samosir padahal acara sudah selesai. Panitia Pesta Danau Toba 2014 memang terlihat kurang aktif memberitakan jadwal kegiatan, bahkan mereka kurang maksimal memanfaatkan media social untuk meng-update rangkaian kegiatan. Namun walaupun begitu Kerabat Kotak yang telah menyaksikan penampilan idolanya sudah merasa terpuaskan. Mereka merasa puas dapat menyaksikan secara langsung penampilan Tantri, Cella, dkk.