Sukses UN SMA/SMK Sederajat

SMA/SMK sederajat se-Indonesia memasuki masa Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan serentak mulai tanggal 14 s/d 16 April 2014. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan telah menetapkan UN menjadi salah satu tolak ukur kelulusan siswa/i secara nasional. Siap tidak siap siswa/i harus menghadapi soal-soal yang telah ditetapkan dari pusat yang dikemas dalam beberapa paket soal. Tak heran ujian nasional kadang menjadi momok menakutkan bagi para siswa.

Sekedar info, di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon terdapat dua sekolah tingkat SMA, yaitu SMA Sw HKBP Parapat dan SMA N 1 Girsang Sipangan Bolon dimana kedua sekolah ini masuk dalam rayon yang sama dengan SMA N 1 Tiga Dolok. Sedangkan SMA/SMK yang berdekatan dengan kota Parapat adalah SMK N 1 Lumban Julu dan SMA N 1 Ajibata yang berada di Kabupaten Tobasa.



Dalam menghadapi UN peserta harus lebih rileks agar tidak terlalu dibebani dengan momok UN yang selama ini terkesan menakutkan. Disamping mempersiapkan kemampuan otak, peserta UN juga harus menjaga kesehatan fisik agar bisa menghadapi ujian tesebut dengan kondisi fit. Peralatan yang diperlukan untuk keperluan UN juga harus dipersiapkan mulai dari papan alas LJK, pensil 2B, Penghapus, dll. Satu hal yang tak boleh terlupakan adalah kartu ujian peserta agar senantiasa membawanya mulai hari pertama sampai hari terakhir. Berdoalah kepada Tuhan meminta hikmat, kekuatan dan petunjuk dalam menjawab soal-soal tersebut.

Semoga seluruh siswa/i SMA/SMK sederajat di kecamatan Girsang Sipangan Bolon maupun siswa/i dari kota Parapat yang bersekolah diluar Kecamatan Girsang Sipangan Bolon bisa sukses menghadapi ujian nasional tahun ini. Semoga kelak hasil yang diterima memuaskan dan lulus 100%. Akhir kata admin  hanya dapat mengucapkan selamat menempuh Ujian Nasional 2014, sukses selalu...

Tetap Jaga Persatuan dan Kesatuan

Hari ini (Rabu, 9 April 2014) pelaksanaan pemilihan umum legislatif 2014 berlangsung mulai pukul 07.00 s/d 13.00 diseluruh Indonesia. Para warga yang sudah memenuhi syarat dipersilahkan memberikan pilihannya untuk memilih wakilnya yang akan duduk di DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Selesai pemungutan suara akan langsung dilakukan penghitungan di tiap-tiap TPS yang diawasi oleh Panwaslu dan juga saksi-saksi dari tiap partai atau caleg.



Pada sore hari sampai malam hari, para pemilih dan caleg sudah bisa memantau hasil suara yang didapat di kantor KPU setempat. Namun apapun nanti hasilnya mari tetap kita jaga Persatuan dan Kesatuan demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik secara umum dan kota Parapat secara khusus. Kalah menang adalah hal biasa dalam suatu pertandingan, jadi mari kita berlapang dada menerima hasil akhir dari pemilihan umum legislatif 2014 ini. Salam damai...

Ayo Mencoblos di Pemilu Legislatif 2014

Besok (9 April 2014) merupakan pesta demokrasi rakyat Indonesia untuk memilih wakilnya yang akan duduk di DPR RI (Pusat), DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Pemungutan suara dengan cara mencoblos ini akan dimulai sejak pukul 07.00 s/d 13.00 WIB diseluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar diberbagai pelosok Indonesia. Pada pemilihan umum legislatif 2014 ini diharapkan partisipasi seluruh warga yang sudah memenuhi persyaratan untuk mencoblos wakilnya sesuai dengan hati nuraninya. Golput memang pilihan, tetapi sebisa mungkin ada baiknya kita memberikan hak suara untuk kelangsungan bangsa ini 5 tahun kedepan. Dari ribuan caleg pasti masih ada yang berhati baik, jujur, dan membela kepentingan rakyat.



Dalam pemilihan ini kedewasaan dalam berdemokrasi sangat dituntut dari para caleg maupun rakyat yang akan memilih caleg tersebut. Mari bersaing dengan cara sportif dan menyatakan untuk "Tolak Politik Uang", karena politik uang inilah yang menjadi salah satu akar bertumbuhnya korupsi di negara kita ini. Sebagai pemilih kita juga harus cerdas menentukan pilihan agar jangan memilih calon legislatif yang akan menyebabkan keterpurukan bangsa ini. Politik uang dalam pemilihan umum memang kadang menggiurkan dan banyak yang tergoda untuk menerima. Setelah menerima maka seolah timbul keterikatan antara caleg pemberi uang/hadiah tersebut dengan pemilih.

Untuk meminimalisir kebobrokan mental demokrasi bangsa Indonesia ini, ada ajakan dari beberapa kalangan yang menolak politik uang menyerukan slogan "Terima Uangnya, Tapi Jangan Pilih Orangnya". Hal ini dimaksud untuk memberi efek jera kepada para caleg yang menggunakan cara politik uang demi mencapai hasratnya. Oleh sebab itu mari menjadi pemilih yang cerdas dan hargai dirimu sendiri. Jangan pernah "melacurkan diri" untuk menjual hak suaramu dengan uang atau hadiah yang murah. Hak suara yang kamu berikan tersebut akan menentukan perjalanan bangsa ini 5 tahun kedepan. Jadi mari mencoblos di pemilihan umum legislatif 9 April 2014 dan jadilah pemilih cerdas.

GMK Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

Setelah kabar tentang kebakaran di Sipangan Bolon menyebar, bantuan demi bantuan langsung mengalir kepada keluarga korban yang mengalami musibah. Bantuan ini berasal dari berbagai tokoh, organisasi, maupun elemen masyarakat lainnya. Pengurus dan anggota Generasi Muda Kristen (GMK) Kecamatan Girsang Sipangan Bolon juga langsung terpanggil dan berusaha meringankan beban dari keluarga korban kebakaran dengan segala keterbatasan yang GMK miliki.



Sore hari pasca kebakaran beberapa pengurus dan anggota GMK Kecamatan Girsang Sipangan Bolon secara spontan berusaha menggalang dana dalam tempo kurang lebih 1 jam. Niat tulus yang dibarengi doa akhirnya mendatangkang berkah tak terhingga dari Tuhan Yang Maha Kuasa melalui mereka yang dipilih-Nya menjadi berkat bagi saudara-saudaranya. Sore hari (25 Maret 2014) sekitar pukul 16.30 WIB, perwakilan dari GMK bergerak menuju Sipangan Bolon mengendarai kendaraan bermotor dengan satu tujuan untuk memberi penghiburan dan menyalurkan bantuan kepada keluarga korban kebakaran.

St. R. Sinaga, Spd, E. Sinaga bersama Istri dn Anak

Rombongan GMK tiba sekitar pukul 17.00 WIB dan disambut dalam suasana haru yang membuat mata berkaca-kaca. Bahkan kaum Ibu dari keluarga korban dan beberapa anggota GMK menitikkan air mata dalam pertemuan tersebut. Beberapa perwakilan GMK memberikan kata-kata penghiburan untuk memberi semangat dan motivasi dalam menghadapi cobaan tersebut. GMK lalu memberikan sumbangan kepada 3 kk korban kebakaran ini berupa uang tunai sejumlah Rp. 5.250.000,- + satu bal pakaian + 3 lusin piring kaca. Keluarga korban kebakaran menerima bantuan ini dengan penuh sukacita dan penuh syukur.

Orang tua R. Sinaga (Pakai jaket kuning)
terlihat tegar walau sudah lanjut usia

Perwakilan dari keluarga korban yaitu St. R. Sinaga, SPd yang berprofesi sebagai salah satu guru PNS di SMP N 1 Girsang Sipangan Bolon sekaligus sebagai Penatua (Sintua) di HKBP Sipangan Bolon mengucapkan terimakasih kepada GMK Girsang Sipangan Bolon. Sinaga mengatakan keluarga korban kebakaran hanya dapat berdoa semoga Tuhan melimpahkan berkat-Nya kepada pengurus dan anggota GMK Girsang Sipangan Bolon yang telah memberi semangat motivasi sekaligus bantuan kemanusiaan.


Perwakilan GMK Kec. Girsang Sipangan Bolon

Di akhir pertemuan tersebut St. R. Sinaga, SPd berpesan demikian "molo adong kegiatan muna muse, arihon jala paboa hamu tu luat sipanganbolon on, rade do hami mandukung hamu" (Jika ada kegiatan kalian kelak, ajak dan beritahu kepada kami yang tinggal di Sipangan Bolon ini, kami siap mendukung kalian). Perwakilan GMK pun pamit kepada keluarga korban kebakaran yang terlihat semakin tegar dengan melambaikan tangan dan senyum saat melepas kepulangan GMK menuju kota Parapat. Pertemuan singkat namun memberi makna yang sangat mendalam.

Kebakaran Di Sipangan Bolon

Musibah kebakaran terjadi pada hari Selasa dini hari (25 Maret 2014) di Paropo Sipangan Bolon yang menghanguskan 3 rumah sekaligus. Rumah yang terbakar masing-masing adalah milik E. Sinaga (Berprofesi sebagai anggota Koramil Lumban Julu), St. R. Sinaga, SPd  (Berprofesi sebagai guru PNS di SMP N 1 Girsang Sipangan Bolon), dan Op. Martha Sinaga yang merupakan orang tua dari R. Sinaga. Posisi ketiga rumah rapat berdampingan yang menyebabkan api menghanguskan ketiganya.



Sumber api berasal dari belakang rumah E. Sinaga namun belum diketahui apa penyebab pastinya. Selasa subuh boru Purba (Istri R. Sinaga) terbangun dan mencium bau asap di dalam rumah mereka. Boru Purba lalu memeriksa bagian dalam rumah dan mencoba melihat kesamping kanan kiri rumah melalui kaca nako depan, tetapi tidak melihat adanya api. Namun alangkah terkejutnya ketika melihat kebagian belakang rumah, ternyata bagian belakang rumah E. Sinaga telah terbakar. R. Sinaga langsung terbangun ketika mendengar teriakan istrinya dan langsung membangunkan istri dan anak-anak keluarga E. Sinaga.



Mereka dan para tetangga lalu menyirami bagian belakang rumah E. Sinaga untuk berusaha memadamkan api. Kobaran api sempat mengecil, namun tiba-tiba tabung gas yang berada di dapur rumah E. Sinaga tiba-tiba meledak dan menyebabkan kobaran api yang lebih dahsyat. Api begitu cepat merambat kerumah R. Sinaga dan rumah orang tua R. Sinaga. Pada waktu api membesar para tetangga masih sempat menyelamatkan beberapa kursi dan sepeda motor dari rumah R. Sinaga. Dalam keadaan panik R. Sinaga masih sempat menyelamatkan beberapa surat-surat penting. Menurut R. Sinaga hanya itulah yang sempat diselamatkan, sedangkan selebihnya hangus terbakar termasuk uang hasil panen jahe dan juga padi yang disusun dalam rumah.



Bapak R. Sinaga mengatakan kalau aparat desa dan beberapa tetangga sempat menghubungi pihak pemadam kebakaran Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, namun pihak yang dihubungi mengatakan "Supir tidak ada". Ketika mereka mencoba menghubungi ke kantor Polsek Parapat, namun sayang tidak ada yang mengangkat walau sudah dihubungi berulang kali. Hal ini sangat mereka sesalkan dan membuat mereka pasrah melihat rumah mereka habis dilalap si jago merah. Keluarga Sinaga sangat berterimakasih kepada para tetangga (dongan sahuta) yang sangat banyak membantu mereka pada saat kebakaran terjadi maupun pasca kebakaran.Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Memperingati Hari Air Sedunia

Tanggal 22 Maret 2014 merupakan "World Water Day" atau "Hari Air Sedunia" dimana hari tersebut diperingati agar seluruh umat manusia di bumi ini tergugah untuk menjaga air yang merupakan salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Selain menjadi sumber kehidupan, air juga menjadi sumber energi bagi kehidupan manusia. Manusia sebagai mahluk paling mulia dari ciptaan Tuhan mempunyai tanggung jawab untuk menjaga lingkungannya agar keseimbangan alam tidak terganggu.



Melalui moment Hari Air Sedunia ini, Generasi Muda Kristen (GMK) Kecamatan Girsang Sipangan Bolon kembali mengadakan kegiatan "Clean Up Danau Toba" jilid ketiga. Kegiatan bersih-bersih Danau Toba ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Maret 2014 yang dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama diadakan pada pagi hari mulai pukul 09.00 WIB dan gelombang kedua diadakan pada sore hari mulai pukul 15.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua gelombang karena semakin banyaknya relawan yang mau berpartisipasi dalam kegiatan positif ini.




Pada kegiatan pagi hari, relawan yang dilibatkan adalah Pramuka SMP N 1 Girsang Sipangan Bolon yang menyambut baik kegiatan ini. Menurut pembina Pramuka SMP N 1 Girsang Sipangan Bolon Bpk C. Siallagan, STh, kegiatan ini mempunyai nilai positif. Pramuka selalu dibina untuk cinta alam dan lingkungan seperti yang tertuang dalam Dasa Dharma Pramuka, dan kegiatan ini sangat cocok sebagai bahan pembelajaran agar terbiasa mencintai lingkungannya terlebih Danau Toba.




Pada kegiatan "Clean Up Danau Toba" 22 Maret 2014 ini, gelombang pagi diprioritaskan membersihkan bagian darat yaitu kompleks pantai bebas dan jalan raya mulai dari pintu masuk kota Parapat sampai ke Tamora. Dengan penuh semangat tunas-tunas muda ini bergerak membawa sapu dan perlengkapan kebersihan lainnya. Ketika tim bersih-bersih sampai di simpang Hotel Atsari, seorang pemilik kresek (Marga Silalahi) menyumbangkan satu kotak minuman mineral gelas secara spontan. Menurut Silalahi dia merasa bangga melihat semangat para Pramuka ini.




Salah seorang anggota pramuka putri juga mendapat rezeki nomplok saat membersihkan tepi pantai didekat simpang Hotel Atsari. Ketika memunguti sampah, dia menemukan uang pecahan Rp. 50.000,-, tapi sayang dia tidak mau bagi-bagi sama admin hahahaha... Setelah bersih-bersih selesai sampai ke jalan raya Tamora, seluruh tim kembali ke Pantai Bebas Parapat untuk menikmati snack berupa roti panggang. Tepat pukul 11.30 WIB seluruh relawan dibawa naik kapal dengan rute Pantai Bebas - Ajibata - Pantai Bebas. Tujuannya adalah untuk menggugah hati para relawan betapa indahnya Danau Toba dan betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.




Seluruh relawan pulang ke rumah masing-masing membawa pengalaman baru yang didapatnya. Peserta kegiatan Clean Up Danau Toba gelombang pertama (pagi) ini membubarkan diri tepat pukul 12.00 WIB. Pada gelombang kedua (sore) dilaksanakan sekitar pukul 15.00 WIB yang difokuskan membersihkan perairan Danau Toba mulai dari Pantai Bebas - Pantai Kasih - Pantai Istana Presiden - Perairan Sibaganding. Pada sore hari diikuti oleh relawan dari Remaja dan NHKBP Parapat. Kegiatan berjalan dengan baik dan harapannya semoga dapat menginspirasi buat orang lain untuk cinta lingkungan dan cinta Danau Toba.

Penanaman Pohon Taman Jubileum 50 Thn CCA

Pada tanggal 10 Maret 2014 Bupati Simalungun bersama dengan PUSERA (Pusat Study Ekonomi Rakyat) Sumut melakukan penanaman pohon di Taman Jubileum 50 Tahun Dewan Gereja Asia (CCA). Penanaman pohon ini sebagai kelanjutan dari wujud peduli lingkungan yang dilakukan pada tahun 2007 pada saat Konferensi Gereja-Gereja se-Asia ke-50 di kota Parapat. Pada waktu itu lebih dari 56 pimpinan Gereja-Gereja se-Asia dan Eropa melakukan penanaman pohon di perbukitan Sibatu Loting di daerah Panatapan Parapat yang sekarang dikenal dengan Taman CCA.



Sejak tahun 2007 panitia Jubileum 50 Tahun Dewan Gereja Asia tetap merawat tempat ini dimana pohon yang ditanam pada waktu itu telah tumbuh besar dan dibuatkan prasasti dari setiap orang yang melakukan penanaman pohon tersebut. Perawatan perbukitan ini mendapat dukungan dari masyarakat dan juga pemerintah. Kini taman CCA telah menjadi saksi sejarah sebagai wujud rasa syukur akan anugrah Tuhan dan wujud rasa cinta terhadap alam. Oleh sebab itu, taman ini kedepan direncanakan dibangun agar dapat menginspirasi generasi penerus masa kini dan masa yang akan datang. 




Dalam penanaman pohon ini dihadiri oleh DR. R.E. Nainggolan (Ketua PUSERA), DR. J. R. Saragih (Bupati Simalungun), Pdt. DR. Jamilin Sirait (Korwil PGI Sumut), Pdt. Bonar Gultom (Sekum PGI Pusat), JA Ferdinandus (Sumut berdoa), Pdt. Darwis Manurung (Bishop GMI), Jonri W. Purba (Camat Girsang Sipangan Bolon), dan rombongan lainnya. Sebelum penanaman pohon dilakukan, RE Nainggolan terlebih dahulu memberi laporan kegiatan dan rencana kedepan Taman CCA ini kepada Bupati Simalungun. RE Nainggolan menyebutkan dikawasan ini direncanakan akan dibangun berbagai sarana pendukung yang menyerupai bukit doa.



Bupati Simalungun mengatakan pemkab sangat mendukung pembangunan taman ini, karena hal ini mendukung pelestarian alam kawasan Danau Toba. Disamping itu rencana ini juga dapat menunjang pariwisata Kabupaten Simalungun dimana kota Parapat telah memiliki sejarah bagi pimpinan-pimpinan Gereja dunia. Namun walaupun seperti itu, JR Saragih berpesan agar melengkapi terlebih dahulu segala persyaratan pembangunan taman CCA ini, seperti batas-batas wilayah dan izin dari Kementerian Kehutanan. Menurut Bupati Izin ini diperlukan karena kawasan ini masih berada dalam kawasan hutan register.

Gambar rencana pembangunan Taman CCA

Jika semua kelengkapan tersebut sudah terpenuhi, JR Saragih berjanji kalau Pemkab Simalungun akan memberi bantuan sebesar 500 juta. Penanaman pohon pun dilakukan di lubang-lubang yang sudah disediakan panitia dan nantinya di dekat pohon tersebut akan dibangun prasasti dari orang yang menanamnya. Seorang warga sekitar marga Manik telah dihunjuk oleh panitia untuk merawat pohon-pohon ini nantinya hingga tumbuh besar. Semoga rencana pembangunan Taman CCA ini dapat terwujud kedepan.

Olimpiade UN SMP di Kab. Simalungun

Setelah pada bulan Februari yang lalu diadakan Olimpiade SOSF XII, kini ada lagi diadakan olimpiade UN untuk siswa/i SMP kelas 9 se-Kabupaten Simalungun. Pemkab Simalungun mengadakan Olimpiade Ujian Nasional (UN) tingkat SMP pada hari Sabtu, 8 Maret 2014 bertempat di SMA/SMK Plus Efarina Pematang Raya. Olimpiade ini dilaksanakan mulai pagi sampai sore hari dan dibagi dalam 3 gelombang yang diikuti kurang lebih 3880 siswa/i kelas 9 SMP Negeri maupun Swasta yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun.

Sesaat sebelum ujian Olimpiade UN

Selain untuk meraih gelar juara, olimpiade ini juga dapat menjadi acuan bagi peserta untuk mengukur kemampuannya dalam menghadapi Ujian Nasional 2014. Peserta olimpiade diberikan waktu 120 menit untuk menyelesaikan 80 soal yang terdiri dari mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Olimpiade ini dibuat semirip mungkin seperti ujian nasional, yaitu dengan mengisi Lembar Jawaban Komputer (LJK) menggunakan pensil 2B yang nantinya akan diperiksa menggunakan komputer.

Siswa/i kelas 9 dari berbagai SMP di Kabupaten Simalungun nampak bersemangat untuk mengikuti olimpiade ini tanpa terkecuali dari kota Parapat (Kecamatan Girsang Sipangan Bolon). Sekitar 280 siswa/i kelas 9 dari kota Parapat berangkat ke Pematang Raya untuk mencoba meraih juara maupun sekedar untuk mengukur kemampuan dalam menghadapi Ujian Nasional 2014. Peserta terbanyak dari kota Parapat berasal dari SMP N 2 Girsang Sipangan Bolon dimana sekolah ini salah satu SMP berstatus SSN (Sekolah Standar Nasional) di Kabupaten Simalungun.

SMA/SMK Plus Efarina tempat pelaksanaan Olimpiade

Walaupun siswa/i dari kecamatan Girsang Sipangan Bolon tidak ada yang berhasil masuk 10 besar, namun mereka mendapat pengalaman berharga dalam mengukur kemampuan akademiknya. Berikut nama-nama peserta yang berhasil menjadi juara dan masuk dalam 10 besar (Berurut mulai Juara 1 sampai dengan ranking 10):
  • Windy PM Situmorang (SMP Negeri 1 Sidamanik) - NR = 7,23
  • Inggrid T Sitio (SMP Bunda Mulia) - NR = 7,13
  • Marfidu F Damanik (SMP Negeri 1 Sidamanik) - NR = 6,73
  • Monita Purba (SMP Negeri 1 Sidamanik) - NR = 6,63
  • Peganisa M Saragih (SMP Negeri 2 Raya) - NR = 6,63
  • Dearni W Sipayung (SMP Negeri 1 Raya) - NR = 6,63
  • Monica M Nainggolan (SMP Negeri 1 Jorlang Hataran) - NR = 6,63
  • Grace S Malalu (SMP Negeri 1 Sidamanik) - NR = 6,63
  • Kicin Diajusi Purba (SMP Negeri 1 Sidamanik) - NR = 6,50
  • Sondang Rohdearni P (SMP Negeri 2 Raya) - NR = 6,50
Acara diakhiri dengan pembagian hadiah bagi ranking 1 - 10 yang dilakukan oleh Bupati Simalungun beserta jajarannya. Kesepuluh siswa/i berprestasi tersebut berhak mendapatkan trophy/piala, piagam, dan uang pembinaan. Disamping itu kesepuluh siswa/i tersebut juga digratiskan uang pendaftaran jika berminat masuk ke SMA/SMK Plus Efarina dalam melanjutkan pendidikannya. Bagi peserta olimpiade yang belum berhasil menjadi juara juga akan diberikan piagam penghargaan.