Pawai Lilin Menyambut Natal 2014

[Parapat, 25 Desember 2014] - Setelah sukses menggelar Pawai Lilin pada tahun sebelumnya, GMK Parapat kembali menggelar kegiatan serupa di tahun 2014 ini. Kegiatan pawai lilin ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan perayaan Natal dan Tahun Baru serta untuk meningkatkan pariwisata kota Parapat. Pawai lilin ini terbuka untuk umum dan siapa saja boleh ikut serta untuk memeriahkannya khususnya bagi umat Kristen yang berada di kota Parapat dan sekitarnya.




Kegiatan pawai lilin 2014 ini diadakan pada malam tanggal 25 Desember 2014 seusai ibadah Natal Umum di Gereja. Titik kumpul atau tempat start dimulai dari Jl. Josep Sinaga persisnya di depan Yayasan Pendidikan HKBP Parapat. Rute yang ditempuh adalah Jl. Josep Sinaga - Jl. Merdeka - Selamat Datang - Terminal Sosor Saba - Jl. Sisingamangaraja (Kota) - Pantai Bebas Parapat. Anak-anak, remaja, muda-mudi, dan orang tua turut serta memeriahkan pawai lilin ini. Para peserta berjalan kaki dengan penuh semangat terlebih diiringi live music bernuansa Natal yang dikumandangkan dari atas mobil truk.




Di sepanjang perjalanan peserta pawai dan warga saling melambaikan tangan sambil mengucapkan "Selamat Natal". Sebahagian ada yang turut bernyanyi dan menari saat mendengar alunan live music Natal dan tak jarang beberapa warga turut bergabung ke barisan pawai. Sesampainya di Pantai Bebas Parapat, acara dilanjutkan dengan penyalaan api unggun, ibadah singkat, penyalaan pohon Natal raksasa terapung di Danau Toba, dan pelepasan seribu lilin ke Danau Toba.



Pawai lilin 2014 ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi juga diikuti oleh para anak rantau yang pulang kampung, turis lokal, dan bahkan turis mancanegara yang kebetulan berkunjung ke kota turis Parapat. Pawai lilin tahun 2014 ini berjalan dengan sukses dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang akan dilaksanakan tiap tahunnya di kota Parapat. Rangkaian acara berakhir sekitar pukul 00.30 WIB dan seluruh peserta kembali ke rumah masing-masing dengan penuh sukacita.

Pohon Natal Daur Ulang

[Parapat, 13 Desember 2014] - Dalam menyambut Natal 2014, Remaja dan Naposo HKBP Parapat membuat Pohon Natal yang bahannya berasal dari barang-barang bekas. Pohon Natal daur ulang ini dirancang sesuai dengan thema Natal yang diusung yaitu Lingkungan Hidup. Pohon Natal daur ulang ini memang bukan yang pertama di dunia ini, mereka mengaku mendapat ide ini dan cara pengerjaannya melalui media internet. Proses pengerjaan Pohon Natal daur ulang ini tergolong irit biaya dan mudah dikerjakan.





Pengerjaan Pohon Natal daur ulang ini diawali dengan pengumpulan bahan-bahan yang berasal dari barang bekas. Pohon Natal yang nantinya akan dipajang dihalaman gereja berbahankan besi bekas, tali plastik bekas, benang nilon bekas, dan botol minuman mineral bekas. Sedangkan Pohon Natal daur ulang di dalam Gereja terbuat dari koran bekas. Pengerjaan Pohon Natal daur ulang ini selesai hanya dalam kurun waktu satu minggu, hal ini dikarenakan kekompakan dari Remaja dan Naposo HKBP Parapat sehingga dapat selesai sebelum hari "H" perayaan Natal Remaja dan Naposo HKBP Parapat.



Tiga hari sebelum perayaan Natal Remaja dan Naposo HKBP Parapat, Pohon Natal daur ulang ini sudah selesai dirangkai dan langsung dipajang di halaman dan di dalam Gereja HKBP Parapat. Barang-barang bekas yang tadinya tidak terpakai dan kotor "disulap" menjadi Pohon Natal yang indah. Remaja dan Naposo tinggal membeli lampu hiasnya agar Pohon Natal daur ulang ini terlihat semakin menawan khususnya pada saat malam hari. Banyak jemaat yang mengapresiasi hasil karya Remaja dan Naposo HKBP Parapat ini dan tak jarang terlihat beberapa jemaat berphoto di dekat pohon Natal daur ulang ini. Anda tertarik untuk mencoba membuat Pohon Natal murah seperti ini?

Warga Terminal Aksi Damai Ke Kantor Camat

[Parapat, 21 November 2014] - Warga Terminal Sosor Saba Parapat melakukan aksi damai ke kantor Camat Girsang Sipangan Bolon untuk mengadukan pemblokiran pintu masuk Terminal yang dilakukan oleh PS Nainggolan. Aksi damai ini berlangsung sekitar pukul 09.00 dan diterima langsung oleh Camat Jhonri Purba, Kapolsek Parapat Iptu Triyatno Pamungkas SE dan Kepala Terminal Sosor Saba Parapat Dorman Simbolon serta Sekcam Nelson Sinaga SH. Pintu masuk terminal ini telah berulang kali diblokir oleh keluarga PS Nainggolan yang mengaku sebagai ahli waris tanah berukuran 881 meter² di terminal tersebut. PS Nainggolan berulangkali memagar pintu masuk terminal ini dikarenakan menurut pengakuannya blm mendapat ganti rugi tanah tersebut dari Pemkab Simalungun.



Aksi pemblokiran akses masuk terminal ini membuat warga merasa terganggu dan akhirnya melakukan aksi damai untuk menyampaikan aspirsi warga kepada Camat Girsang Sipangan Bolon Jhonri Wilson Purba. Warga mempertanyakan status tanah yang diklaim oleh keluarga PS Nainggolan tersebut. “Kedatangan kami ke sini untuk menanyakan surat eksekusi dari pengadilan, terkait lahan seluas 881 M2 di area pintu masuk terminal yang diklaim PS Nainggolan sebagai ahli waris. Apakah lahan tersebut benar milik PS Nainggolan? Jika ia, sudah tentu dia berhak menutup pintu masuk terminal. Tetapi jika tidak, Camat harus bersikap tegas agar membuka pintu itu lagi. Jika memang bermasalah, silahkan diselesaikan ke hukum dan jangan mengganggu kepentingan umum,” tegas br Situmorang, mewakili warga.



Warga mendesak Camat selaku pimpinan tertinggi di kecamatan Girsang Sipangan Bolon harus berani bertindak tegas jika memang tanah tersebut sudah sah menjadi milik Pemkab melalui putusan pengadilan. Warga menyatakan pemblokiran pintu masuk terminal tersebut sudah mengganggu kepentingan umum terutama warga Terminal Sosor Saba Parapat. Camat Girsang Sipangan Bolon Jhonri Purba mengatakan masalah ini sudah pernah dibicarakan dengan Tata Pemerintahan. Camat mengatakan masalah lahan yang diklaim itu sudah inkrah di pengadilan dan ganti rugi lahan juga sudah diberikan.



Lalu warga meminta Camat dan pihak-pihak terkait agar membongkar blokir pintu masuk Terminal tersebut hari itu juga, dan jika hal tersebut tidak dilakukan maka warga mengancam akan melakukan aksi damai ke acara pembukaan Pesta Rondang Bintang tingkat Kecamatan yang berlangsung esok harinya (Sabtu, 22 November 2014). Camat Girsang Sipangan Bolon pun langsung berkoordinasi dengan pihak Kabupaten melalui via telepon untuk membicarakan masalah ini. Warga membubarkan diri setelah Camat menyatakan akan membuka pemblokiran pintu masuk Terminal tersebut.



Proses pembongkaran blokir pintu masuk terminal ini pun dilakukan pada saat Siang menjelang sore oleh Satpol PP dan Dishub Simalungun. Proses ekesekusi ini disaksikan oleh Kabag Tapem Simalungun B. Simanullang, Camat Girsang Sipangan Bolon beserta jajarannya, Kapolsek Parapat beserta jajarannya, dan warga setempat. Proses eksekusi ini mendapat perlawanan dari PS Nainggolan dan sempat terjadi dialog yang cukup alot antara B. Simanullang dengan PS Nainggolan. Dalam perdebatan itu, B Simanullang kepada ahli waris itu mengatakan, bila merasa memiliki tanah, agar menyelesaikan secara hukum. "Kalau  merasa tanah ini milik bapak, silahkan datang ke kantor. Dan diselesaikan dengan eksekusi oleh kejaksaan. Jika bapak melakukan pemagaran tanpa izin, jelas melanggar aturan. Karena tanah ini setahu kami adalah aset Pemerintah Simalungun," katanya B. Simanullang kepada PS Nainggolan.



Pada saat Satpol PP dan Dishub Simalungun bergerak untuk membongkar blokir pintu masuk Terminal tersebut, tiba-tiba salah satu keluarga PS Nainggolan yaitu Nahot Sirait melakukan perlawan dengan memukul salah satu anggota Satpol PP. Melihat hal ini personel Polsek Parapat langsung bergerak cepat mengamankan Nahot Sirait yang pada saat itu juga membawa senjata tajam yang terselip di pinggangnya. Pembongkaran blokir pun berjalan lancar dan akses masuk pintu Terminal Sosor Saba Parapat kembali normal.

Jembatan Sisera-sera Amblas

Jembatan Sisera-sera yang berada di Jalinsum Parapat - Girsang mengalami penurunan atau amblas sehingga menyebabkan terganggunya transportasi darat menuju Toba. Amblasnya jembatan ini yang terjadi pada tanggal 14 November 2014 membuat pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan menutup jembatan ini dan mengalihkannya melalui jalur alternatif. Penyebab amblasnya jembatan diprediksi karena melintasnya kendaraan bertonase berat yang melebihi kapasitas jembatan.



Sebelumnya jembatan ini sudah pernah amblas beberapa centimeter tetapi masih bisa dilewati setelah pihak PT. TPL Porsea membuat plat besi baja yang dapat menahan beban kendaraan hingga puluhan ton. Namun lama-kelamaan plat besi ini peot dan salah satu ujung jembatan kembali mengalami penurunan hingga 30 cm. Amblasnya jembatan ini tidak hanya membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan, tetapi juga mematahkan pipa besar PDAM dibawah jembatan yang mengalirkan air bersih dari Sipangan Bolon ke Parapat.

Jalur lintas dari jembatan ini terpaksa ditutup dan dialihkan dari hutan Sitahoan, Girsang 1, dan dari desa Motung. Pengalihan lalu lintas ini tidak serta merta melancarkan arus lalu lintas, tapi malah membuat kemacetan baru dijalur alternatif. Kemacetan di jalur alternatif Sitahoan yang membelah hutan dari Sipangan Bolon hingga ke Simpang Palang dan juga di Girsang satu disebabkan jalan rusak dan sempit, sedangkan jalur alternatif Motung macet karena adanya kendaraan yang rodanya terjebak dalam tanah liat. Kebetulan jalan di daerah Motung sedang dilakukan pelebaran yang dibiayai oleh putra daerah yang sukses di perantauan. Menurut warga desa Motung, baru kali inilah jalan lintas desa mereka terjadi kemacetan parah mulai malam hingga dini hari.



Untuk mengurai kemacetan pihak Kepolisian dan para pengendara kendaraan bermotor saling bahu membahu. Petugas menghimbau pengendara agar ekstra sabar menghadapi situasi ini karena tidak ada pilihan lain selain melintas dari jalur alternatif tersebut. Lima hari kemudian plat baja kembali berhasil dipasang dan jembatan pun bisa difungsikan kembali sambil menunggu pembangunan jembatan baru disebelahnya selesai dilaksanakan.

Resepsi Pernikahan Alex Rudiart di Parapat

Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, keluarga besar pasangan pengantin baru Alex Rudiart Hutajulu dengan Novita Dewi akan menggelar dua kali acara resepsi pernikahan yaitu di kota Parapat Sumatera Utara dan di Jakarta. Acara resepsi sekaligus pesta adat pernikahan Alex dan Novita di kota Parapat dilangsungkan tanggal 14 November 2014 di Open Stage (Pagoda) Parapat yang berada ditepian Danau Toba. Cuaca kota Parapat pada saat acara resepsi dan pesta adat di kota kelahiran Alex Rudiart Hutajulu di Parapat begitu cerah dan mendukung sejak pagi hingga sore hari.



Acara dimulai sejak pagi yang diawali dengan pawai dari Jl. Sisingamangaraja Parapat sampai ke lapangan Open Stage. Setelah sampai di Open Stage, rangkaian acara adat Batak Toba pun dilaksanakan setelah kedua mempelai  melepas balon dan burung merpati  ke hamparan langit kota Parapat. Acara resepsi dan pesta adat dihadiri oleh para family, warga Parapat sekitarnya, dan juga tamu undangan khusus yang jumlahnya mencapai ribuan. Raut wajah sukacita terpancar dari pasangan Alex Rudiart dan Novita Dewi beserta seluruh keluarga besarnya.



Seusai acara adat selesai dilaksanakan, pada malam harinya diadakan acara hiburan rakyat bagi warga dan seluruh tamu undangan yang hadir. Artis-artis Batak dari teman kedua mempelai maupun teman dari Ayah Novita Dewi – Jack Marpaung – menyumbangkan suara emasnya yang menghangatkan suasana malam kota Parapat kala itu. Acara resepsi, pesta adat, dan hiburan rakyat ini berakhir larut malam sekitar pukul 00.30 WIB. Untuk resepsi kedua di Jakarta akan diadakan pada tanggal 20 November 2014 di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading Jakarta Utara.

Penyematan Kacu Penggalang 075-076 Parapat

Pramuka penggalang gudep 075-076 Girsang Sipangan Bolon Parapat mengadakan penyematan kacu bagi sekitar 130 anggota baru. Penyematan kacu ini dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2014 yang bertempat di komplek lapangan terbang Sibisa. Upacara penyematan kacu ini diadakan setelah anggota-anggota baru tersebut telah dilatih kurang lebih lima bulan dan seminggu sebelumnya telah diadakan plonco untuk menguji ketahanan fisik dan pengetahuan dasar tentang kepramukaan.



Upacara penyematan kacu dipimpin dan dilakukan langsung oleh C. Siallagan, STh yang merupakan kakak pembina Pramuka gudep 075-076 Parapat yang menjadi bagian dari SMP N 1 Girsang Sipangan Bolon. Siallagan dalam arahannya mengingatkan bahwa kacu yang dikenakan tersebut sebagai tanda bahwa mereka telah sah dan setara dengan pramuka lainnya. Kacu yang disematkan tersebut juga sebagai symbol bendera merah putih dan setiap anggota harus bangga mengenakannya. Masih dalam arahannya Siallagan juga berpesan agar mereka yang menjadi anggota baru agar tetap rajin mengikuti latihan yang dilakukan setiap hari Sabtu, karena ilmu dan pelatihan yang didapat dalam kepramukaan akan bermanfaat sebagai bekal dimasa yang akan datang.

Seminggu sebelum penyematan kacu





Penyematan kacu ini dirangkai dengan pemberian tanda kecakapan khusus (TKK) bagi pramuka penggalang senior yang telah memenuhi syarat untuk menerima TKK tersebut. Setelah upacara penyematan kacu selesai, seluruh anggota pramuka melakukan longmarch (berjalan kaki) pulang menuju Parapat. Rute yang ditempuh puluhan kilometer tidak menyurutkan seluruh personel pramuka penggalang gudep 075-076 Parapat ini. Perjalanan pulang melalui rute Sibisa – Motung – Ajibata – Parapat. Rangkaian kegiatan dari awal sampai akhir sudah dirancang jauh hari sebelumnya yang merupakan hasil musyawarah bersama yang diwakili oleh pimpinan-pimpinan regu.

Kota Parapat Kebanjiran

Beberapa jam setelah peringatan Sumpah Pemuda ke-86 (28 Oktober 2014), hujan lebat turun mengguyur kawasan Danau Toba Parapat. Hujan yang turun pada siang hari itu hanya beberapa jam saja, tapi intensitasnya yang tinggi menyebabkan genangan air dibeberapa tempat serta pemandangan kota Parapat menjadi memutih ditutupi oleh air hujan dan kabut. Hal ini memperpendek jarak pandang yang hanya mencapai 20 meter saja.



Awalnya hujan ini tidak menjadi bencana, namun nahas ketika sebuah batu besar disertai kayu terbawa arus sungai di Anggarajim Parapat. Aliran sungai ini mengalir dari Bangun Dolok sampai ke Anggarajim dan tembus ke Jembatan dekat eks gedung bioskop Jl. Sisingamangaraja Parapat. Kayu dan batu besar yang jumlahnya tidak begitu banyak ini sangkut di kolong jembatan kecil di Jl. Anggarajim dan menyumbat aliran sungai tersebut Air sungai yang tersumbat akhirnya meluber ke ruas jalan dan perumahan disekitar Jl. Anggarajim dan Jl. Sisingamangaraja Parapat.



Melihat air yang bercampur lumpur telah meluber, beberapa warga Jl. Anggarajim dan Jl. Sisingamangaraja langsung  bahu-membahu mencongkel batu besar dan kayu yang menyebabkan tersumbatnya aliran sungai tersebut. Proses pencongkelan kolong jembatan kecil tersebut membutuhkan waktu beberapa jam hingga akhirnya aliran sungai kembali normal seperti sedia kala. Banjir tidak mengakibatkan kerugian material yang berarti dimana banjir hanya menyisakan lumpur diruas jalan dan beberapa rumah warga yang terkena luberan air. 

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-86 di Parapat

Hari Sumpah Pemuda ke-86 diperingati secara sederhana di kota Parapat. Jika pada tahun sebelumnya SMA N 1 Girsang Sipangan Bolon dihunjuk sebagai tuan rumah, maka untuk kali ini upacara peringatan diadakan di lapangan lokal induk SMP N 1 Girsang Sipangan Bolon Parapat. Gerimis sempat mengguyur kota Parapat pada tanggal 28 Oktober 2014 pagi tetapi tidak sampai menghambat peringatan bersejarah ini.




Camat Girsang Sipangan Bolon, Jonri Wilson Purba bertindak sebagai Pembina upacara pada peringatan Sumpah Pemuda ke-86 Girsang Sipangan Bolon ini, sedangkan yang bertindak sebagai Pemimpin Upacara adalah C. Siallagan, STh. Penggerek bendera dipercayakan kepada Pramuka Gudep 075-076 Parapat, dan paduan suara dipercayakan kepada Paduan Suara SMP N 1 Girsang Sipangan Bolon. Sonia Sinaga (Siswi SMP N 1 Gir Sip Bolon) dan Eben Frido Pakpahan (Mahasiswa PPL Unimed) bertugas untuk membacakan UUD 1945 dan Sumpah Pemuda




Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86 (28 Oktober 2014) diikuti oleh Kepala Sekolah, Guru, Staff/Pegawai, Siswa/i SMP N 1 Girsang Sipangan Bolon,  Mahasiswa PPL Unimed, dan para PNS yang berada di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Namun cukup disayangkan tidak ada terlihat perwakilan dari Organisasi Kepemudaan Girsang Sipangan Bolon yang turut dalam upacara peringatan Sumpah Pemuda ini.